Pakar Pidana UMJ: Progres Kasus Brigadir J Bagus, Apresiasi Penahanan Sambo

ADVERTISEMENT

Pakar Pidana UMJ: Progres Kasus Brigadir J Bagus, Apresiasi Penahanan Sambo

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 08:23 WIB
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda.
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda, menilai penanganan kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) mengalami perkembangan yang baik. Dia menuturkan dugaan pelanggaran kode etik bisa membawa Irjen Ferdy Sambo terjerat pidana.

"Ini perkembangan bagus. Persoalan ini bukan menyangkut orang pada umumnya, tapi menyangkut anggota Polri yang mempunyai kewenangan. Nah, wsehingga apa yang terjadi sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari posisi yang bersangkutan sebagai anggota Polri sehingga entry point-nya melalui dugaan pelanggaran kode etik," kata Chairul kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

"Dari situ akan bisa masuk ke dalam perkara atau pidana umumnya. Lain kalau misalnya ini menyangkut orang pada umumnya, tentunya tidak berkaitan dengan kode etik, bisa langsung pidana," imbuh Chairul.

Dia mengatakan proses dugaan pelanggaran kode etik pada Irjen Ferdy Sambo dan 24 polisi lainnya dilakukan menunggu hasil autopsi ulang. Bila Ferdy dan 24 polisi lainnya tak dicopot, lanjut Chairul, dikhawatirkan mereka masih bisa mengintervensi investigasi dengan kewenangan yang mereka miliki.

"Sambil menunggu hasil ekshumasi, kalau dibiarkan pembuktiannya berjalan apa adanya, sementara yang bersangkutan masih memegang jabatan, masih leluasa dalam lingkungan Polri ini berbahaya dalam proses penyidikan perkara ini," tutur Chairul.

Hal itu juga yang diyakini Chairul saat Ferdy Sambo ditempatkan di tempat khusus (patsus) Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jawa Barat. "Maka dilakukan yang bersangkutan ditempatkan di patsus dengan harapan tidak bisa mempengaruhi lagi proses penyidikan yang berlangsung," sambung Chairul.

Chairul menuturkan, bila dalam proses pemeriksaan tim khusus bentukan Kapolri atau Inspektorat Khusus Itwasum Polri mendapat keterangan lain terkait keterlibatan Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri tersebut bisa ditetapkan sebagai tersangka.

"Ketika keterangan saksinya tidak hanya berdasarkan keterangan Bharada E, ada saksi lain yang mengungkapkan hal sebenarnya juga, mungkin status Irjen FS ini prosesnya bukan hanya etik, tapi juga pidana dan bisa jadi tersangka," jelas Chairul.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT