ADVERTISEMENT

Ketua PBNU Soroti Tawuran Pesilat dan Warga di Malang

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 01:08 WIB
Ketua Ikatan Gus-gus Indonesia (IGGI) Ahmad Fahrur Rozi
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menyoroti keributan antara oknum rombongan pesilat dengan warga di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Gus Fahrur meminta polisi bertindak tegas.

"Saya mengimbau kepada pihak kepolisian agar bertindak tegas menertibkan mereka dan meminta pertanggungjawaban dari pimpinan perguruan tersebut," kata Gus Fahrur dalam keterangannya, Senin (8/8/2022).

Gus Fahrur mengaku menerima banyak keluhan dari warga di sejumlah grup aplikasi percakapan. Dia meminta polisi menindak siapa pun yang mengganggu ketertiban.

"Saya meminta aparat kepolisian menindak tegas ormas perguruan persilatan yang melakukan tindak kekerasan, tindakan tegas dari pihak kepolisian tersebut sangat membantu mengurangi perilaku kekerasan yang selama ini kerap dilakukan ormas tersebut di setiap momen pengesahan anggota tahunan, agar tidak terus berulang," ujar Gus Fahrur.

Gus Fahrur tidak ingin insiden kerusuhan tersebut terulang. Atas hal itu, dia mendorong Polri menindak segala bentuk aksi premanisme.

"Kejadian ini sudah terjadi hampir setiap tahun di agenda Tahunan mereka, melakukan konvoi mengganggu pengguna jalan dan mengganggu ketertiban," imbuh dia.

Sepakat Jaga Kondusivitas

Sebelumnya, keributan pecah antara warga dengan oknum rombongan pesilat di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Usai insiden, semua pihak sepakat menjaga kondusivitas Kota Malang.

Seperti dilansir dari detikJatim, komitmen untuk menjaga kondusivitas Kota Malang disepakati usai pertemuan perwakilan Aremania dengan komunitas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Malang Raya, serta TNI di Mapolresta Malang Kota, Senin (8/8/2022).

Usai pertemuan, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya mengundang Kodim 0833 Kota Malang, Batalyon B Brimobda Ampeldento, perwakilan Aremania, dan PSHT untuk duduk bersama dan melihat ke depan, bukan lagi ke belakang. Untuk bagaimana bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Malang.

"Ini kita gunanya adalah untuk melihat ke depan. Kita jangan berpikir mundur lagi ke belakang, dan mengimbau untuk bersama-sama membantu kepolisian, TNI dan Pemkot Malang menjaga kondusivitas Kota Malang," ujar Budi Hermanto kepada wartawan di Mapolresta, Senin siang.

Menurut Budi dengan adanya insiden salah satu perguruan silat dengan warga Sukun kemarin, pihaknya dapat mengkaji untuk ke depannya segala kegiatan dapat terlebih dahulu dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Tujuannya, akan bisa dilakukan pengawalan, pengamanan sekaligus penjagaan selama kegiatan itu berjalan. Budi Hermanto juga mengakui, jika kegiatan sebenarnya berada di luar Kota Malang, namun rombongan yang akan hadir melintasi Kota Malang.

(knv/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT