Kalla: Tak Ada Ujian Ulangan UN
Jumat, 23 Jun 2006 14:12 WIB
Jakarta - Desakan agar Ujian Nasional (UN) digelar ulang tidak membuat pemerintah bergeming. Wapres Jusuf Kalla memastikan itu tidak akan melakukannya. Indonesia hanya jadi bangsa kuli kalau itu dilakukan."Kalau kita ambil ujian ulangan lagi, anak-anak itu tidak bekerja keras lagi," tandas Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/6/2006).Setiap UN, imbuh Kalla, ada konsekuensinya, yaitu ada murid yang lulus dan tidak lulus. Karena itu, semua pihak harus memahami kalau kemudian ada murid yang tidak lulus.Ujian ulangan tidak akan digelar dengan alasan untuk memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia. Selama ini, kata Kalla, mutu pendidikan Indonesia jauh di bawah Malaysia dan Singapura.Tingkat kelulusan di Indonesia untuk tahun ini hanya 4,5. Angka ini jauh di bawah Malaysia yang menetapkan rata-rata 6 dan Singapura dengan rata-rata nilai kelulusan minimal 8."Jadi bagaimana mereka tidak lebih pintar dari kita. Kalau nilai rata-rata kelulusan mau diturunkan dari 4,5, ini namanya bangsa kuli. Bangsa yang mau dapat ijazah tapi tidak mau belajar," tandas dia.Mengenai adanya murid-murid yang lulus PMDK, tapi gagal di UN dan menjadi frustrasi, menurut kalla, hal itu hanya kasus-kasus tertentu saja."Itu hanya kasus saja, jangan 5-10 orang dijadikan kasus nasional. Bisa repot semua," pinta dia.
(umi/)











































