ADVERTISEMENT

DBS Indonesia Jaga Kelestarian Lingkungan dengan Kurangi Sisa Makanan

Atta Kharisma - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 15:21 WIB
DBD Indonesia
Foto: dok. DBS Indonesia
Jakarta -

Bank DBS Indonesia menggandeng organisasi pegiat lingkungan seperti Bananas, e-commerce Blibli dan Bukalapak, serta Foodbank of Indonesia (FOI), Kebun Kumara (KK), Surplus Indonesia dan Waste4Change (W4C), dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengurangi limbah makanan di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari gerakan #MakanTanpaSisa yang telah dijalankan oleh Bank DBS Indonesia sejak tahun 2020.

Head of Group Marketing Strategic & Communications, PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menjelaskan pihaknya berupaya menciptakan dampak jangka panjang dengan mengelola bisnis dan bekerja sama dengan berbagai pihak, secara seimbang dan bertanggung jawab.

"Prinsip kami dalam menjalankan bisnis adalah menjadi bank yang berbeda, fokus untuk menjalankan bisnis dengan agenda keberlanjutan. Kami percaya bahwa kita semua perlu mengubah cara pandang terhadap konsumsi dan produksi untuk berbuat lebih banyak, dan lebih baik, dengan membuang lebih sedikit. Aliansi dengan pelaku industri dan organisasi pegiat lingkungan ini sejalan dengan inisiatif #MakanTanpaSisa yang kami ciptakan untuk meningkatkan kesadaran akan limbah makanan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

"Kami percaya setiap pihak memainkan peran yang sama pentingnya dan memiliki visi serta misi yang serupa untuk bersama-sama mengurangi sampah makanan yang berdampak buruk bagi pemanasan global. Bekerja sama dengan mitra-mitra strategis memberikan kami harapan bahwa kami berada di jalur yang tepat untuk mengurangi dampak emisi karbon demi menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan," sambung Mona.

Mona menjelaskan tren sampah makanan di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Menurut data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), sampah makanan menyumbang hingga 41,1% persen dari 28,8 juta ton sampah di Indonesia. Meningkatnya jumlah sampah organik yang berasal dari sisa makanan kian meresahkan dan dapat menimbulkan masalah serius bagi ekosistem lingkungan.

Ia menambahkan selain berkontribusi secara tak langsung terhadap pemborosan energi, sisa makanan yang menumpuk dan membusuk di tempat pembuangan akhir (TPA) menghasilkan gas metana, yang merupakan salah satu penyebab pemanasan global.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), lanjut Mona, Indonesia menghasilkan sekitar 23-48 juta ton sampah makanan per tahun pada periode 2000-2019. Tak hanya itu, data tersebut juga menunjukkan setiap orang di Indonesia menghasilkan rata-rata sebanyak 115-184 kilogram sampah makanan per tahun. Jika dikonversi, nilai sisa makanan ini setara Rp 2,1 juta per kapita per tahun.

Karenanya, diproyeksikan sampah makanan membuat Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 551 triliun setiap tahunnya yang turut berdampak pada meningkatnya angka kelaparan di Indonesia.

Aliansi Program More Sustainability Actions, Less Waste

Gerakan dan aliansi ini diikuti oleh para pelaku industri serta organisasi pejuang lingkungan dan pangan yang menggencarkan aksi ramah lingkungan dalam programnya. Diantaranya yaitu:

1. Bananas

CTO dan Co-Founder Bananas Kristian Sinaulan menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk berupaya menuju Zero Waste Policy melalui 3R yaitu reduce waste, reduce tools, dan recycle waste.

2. Blibli

Sebagai salah satu e-commerce yang memiliki kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan juga memberi manfaat pada masyarakat yang membutuhkan. Diwakili oleh VP Public Relations Yolanda Nainggolan, Blibli sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia dalam Zero Food Waste Campaign di tahun 2022 ini.

"Sejalan dengan program aksi cinta bumi yang dimiliki oleh Blibli, kami kerap mengajak semua pelanggan, karyawan, dan business partner untuk menerapkan gaya hidup eco-conscious dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Karena itu, Blibli berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif dan inovasi yang relevan bagi pelanggan bersama semua mitra usaha yang memiliki shared values yang sama terhadap masyarakat dan lingkungan," ucapnya.

3. Bukalapak

Sebagai salah satu e-commerce terkemuka di Indonesia yang juga memiliki kegiatan-kegiatan yang mengusung konsep environmental, social, and governance (ESG), seperti workshop circular economy bagi mitra dan pelapak, kerja sama dengan PlasticPay untuk proses pengolahan sampah plastik di kalangan Mitra Bukalapak. Bukalapak juga mengusung gerakan mengurangi e-waste melalui donasi laptop ke para pengusaha kecil di Indonesia.

Chief Financial Officer Bukalapak Natalia Firmansyah mendukung inisiatif mengurangi limbah makanan berkelanjutan yang diusung oleh Bank DBS Indonesia melalui donasi stok makanan berlebih dari mitra Bukalapak untuk diolah menjadi elemen yang berguna untuk kelestarian lingkungan.

4. Foodbank of Indonesia (FOI)

Bank pangan yang didirikan sejak tahun 2015 oleh M. Hendro Utomo ini telah menjadi mitra Bank DBS Indonesia dalam program ini sejak 2019 dalam mendukung kampanye #MakanTanpaSisa. Hal tersebut diwujudkan dengan menyelamatkan lebih dari 3.300 ton pangan berlebih terancam mubazir untuk memerangi kelaparan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

FOI memiliki jejaring nasional yang luas dengan fokus utama memerangi kelaparan dan menyelamatkan makanan untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

5. Kebun Kumara (KK)

KK adalah suatu wirausaha sosial yang didirikan pada tahun 2016 oleh co-founder dan CEO Siti Soraya Cassandra. Hingga kini, KK telah menggarap lebih dari 25.500 meter persegi lahan di perumahan dan sekolah menjadi kebun produktif melalui jasa edible landscaping.

Kini KK juga berkolaborasi dengan Bank DBS Indonesia untuk mengolah dan mendaur ulang sampah organik rumahan menjadi kompos sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

6. Surplus Indonesia

Didirikan oleh Founder & CEO Agung Saputra, Surplus Indonesia merupakan social enterprise dengan fokus mendukung ketahanan pangan lewat penanggulangan makanan berlebih di Indonesia. Sejauh ini, Surplus telah berhasil menyelamatkan lebih dari 10 ton makanan, menghindari kerugian finansial sebesar $500.000, dan menghindari 100 ton potensi emisi gas CO2 dari TPA.

7. Waste4Change (W4C)

Dipelopori oleh Mohamad Bijaksana Junerosano sebagai CEO dan pendiri, W4C merupakan salah satu perusahaan pegiat lingkungan yang memiliki jejaring yang luas untuk mengolah dan mendaur ulang sampah agar tidak berakhir di TPA. W4C merupakan salah satu wirausaha sosial yang menerima dana hibah dari Bank DBS Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya.

Kegiatan W4C diantaranya meningkatkan value dari sampah menjadi material daur ulang, mengumpulkan sampah terpilah agar tidak masuk ke TPA, mengampanyekan konsumsi yang berkelanjutan dan pemilahan sampah, dan mengkonsultasikan solusi permasalahan sampah berbasis data.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan tahun 2020 gerakan #MakanTanpaSisa oleh Bank DBS Indonesia telah menyumbang lebih dari 43 ton makanan dan pengelolaan limbah organik sebagai aksi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.

Di tahun 2021 gerakan #MakanTanpaSisa telah menyumbang 20 ton, dan di tahun 2022 menargetkan sumbangan food impact sebesar 26 ton. Gerakan ini terus dilakukan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak limbah makanan serta mengurangi limbah makanan yang dihasilkan. Selain itu, memberikan dampak baik kepada lingkungan dalam jangka panjang melalui pengelolaan bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.

(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT