ADVERTISEMENT

BMKG Luncurkan Sekolah Lapang Bantu Petani-Nelayan Pahami Perubahan Cuaca

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 11:53 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati
Foto: Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (tangkapan layar)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluncurkan Sekolah Lapang Iklim dan Sekolah Lapang Nelayan untuk para petani dan nelayan. Kepala BMKGBMKGDwikorita Karnawati mengatakan Sekolah Lapang ini dibuat agar petani dan nelayan dapat mengantisipasi perubahan cuaca maupun iklim ekstrim.

"Sebagai mata rantai terakhir dari penerima manfaat informasi cuaca dan iklim sekaligus ujung tombak ketahanan pangan petani dan nelayan perlu didukung oleh BMKG dalam mengantisipasi cuaca dan iklim ekstrim yang dapat berdampak pada kegiatan pertanian maupun kegiatan melaut. Mekanisme Sekolah Lapangan yang diselenggarakan BMKG bersama mitra terkait, adalah platform yang didesain dan dilaksanakan untuk memfasilitasi literasi petani dan nelayan," ujar Dwikorita dalam Rakornas BMKG, Senin (8/8/2022).

Dwikorita mengatakan pengenalan cuaca dan iklim juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani agar tidak mengalami gagal panen. Selain itu, Dwikorita menyebut sekolah ini juga dilakukan untuk membantu nelayan lebih produktif dan mengurangi resiko kecelakaan akibat cuaca dalam berlayar.

"Pengenalan cuaca dan iklim bagi para petani dan nelayan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani dalam mensiasati metode dan waktu tanam, agar tidak gagal panen. Diharapkan pula para nelayan dapat mensiasati waktu dan penentuan target zona tangkap ikan agar dihasilkan tangkapan yang jauh lebih produktif agar tetap terjaga keselamatannya dalam berlayar," kata Dwikorita.

"Diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangi resiko kecelakaan di laut akibat faktor cuaca," tuturnya.

Ia mengatakan Sekolah Lapang Iklim telah dilakukan selama 10 tahun terakhir, dengan jangkauan 451 lokasi pada tingkat kabupaten di 33 provinsi. Dwikorita menuturkan Sekolah Lapang Iklim ini telah berhasil meningkatkan 30 persen hasil panen.

"Dimana Sekolah Lapang Iklim dioprasionalkan secara rata-rata berhasil meningkatkan sekitar 30 persen untuk komoditas pangan seperti Padi, jagung," tuturnya.

Sedangkan Sekolah Lapang Nelayan disebutkan telah berlangsung sejak 2016 dengan memfasilitasi 10.118 peserta. Dwikorita menyebut Sekolah Lapang Nelayan ini juga meningkatkan hasil tangkapan nelayan sebanyak 20 hingga 30 persen.

"Sekolah Lapang Nelayan yang dilakukan sejak 2016 hingga saat ini sudah memfasilitasi 10.118 peserta di 159 lokasi yang tersebar di 33 provinsi wilayah Indonesia. Sekolah Lapang Nelayan ini dapat meningkatkan secara rata-rata hasil tangkapan ikan sekitar 20-30 persen," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyoroti adanya Sekolah Lapang Iklim dan Nelayan ini. Jokowi mengatakan sekolah ini memperkuat pengetahuan para petani dan nelayan.

"Memperkuat layanan informasi BMKG dan literasi terutama di wilayah pertanian dan perikanan, sehingga petani dan nelayan bisa mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim," tuturnya.

Jokowi meminta agar Sekolah Lapang Iklim dan Nelayan dapat diperluas. Menurut Jokowi hal ini diperlukan untuk memberikan dampak yang signifikan bagi hasil panen dan tangkapan.

"Perluasan cakupan forum Sekolah Lapang Iklim dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, sehingga bisa memberi dampak signifikan," ujar Jokowi.

Simak juga 'BMKG Mutakhirkan Zona Musim Agar Lebih Tepat & Akurat':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT