Hindari Frustrasi, Diknas DKI Minta Siswa Tak Lulus Dibina
Jumat, 23 Jun 2006 13:33 WIB
Jakarta - Frustrasi menghampiri siswa-siswa SMU yang gagal Ujian Nasional (UN). Ada yang bunuh diri di Kalimantan, ada yang berniat membakar sekolahnya, malah sudah ada yang merealisasikannya di Bekasi. Siswa yang tidak lulus ini harusnya dibina.Desakan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Pemprov DKI Jakarta Margani M Mustar kepada detikcom di kantor Dikmenti DKI Jakarta, Jalan Gatot Soebroto, Jumat (23/6/2006)."Mari kita bina, jangan sampai mereka melakukan hal-hal seperti bunuh diri," imbau Margani.Dia juga mendesak kepada semua pihak untuk membantu agar siswa-siswa yang tidak lulus itu dapat menerima apa yang terjadi dengan lapang dada."Mari kita ungkapkan ini secara santun, jangan dipanas-panasi lagi. Jangan ada yang mengungkapkan UN sadis dan makan korban lagi," tegas Margani.Margani menduga kasus bunuh diri dan percobaan pembakaran sekolah karena adanya provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab."Dari dulu kan ada yang nggak lulus tapi tidak ada yang mengatakan ini itu, jadi tidak ada kejadian seperti itu," tandas dia.Margani mengaku memahami bagaimana perasaan siswa-siswa yang tidak lulus itu. Namun semua harus dipahami bahwa konsekuensi dari sebuah ujian adalah lulus dan tidak lulus.
(umi/)











































