Berharap Keajaiban dari Hasil UN Matematika
Jumat, 23 Jun 2006 12:40 WIB
Jakarta - Sarah Media, siswi SMUN 91 Jakarta, mati-matian mengerjakan soal matematika yang diujikan dalam Ujian Nasional (UN). Dia berharap dapat keajaiban. Tapi nasib bicara lain, ia tidak lulus. Impiannya pun hancur berantakan.Nilai matematikanya dapat 4,0 selisih tipis dari nilai minimal 4,26. Padahal nilai bahasa Inggris dan bahasa Indonesianya nyaris sempurna, masing-masing 9,4 dan 8,8."Soalnya susah, tapi aku yakin 15 soal yang aku kerjakan benar. Saat itu aku berharap pada keajaiban. Aku juga bukan anak yang nakal, jadi aku yakin bisa lulus," cerita Sarah kepada detikcom di Gedung Depdiknas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/6/2006).Dia mengaku sangat syok ketika bersama 7 temannya yang lain diberitahu tidak lulus UN. Padahal ia bercita-cita ikut STMB dan mengambil jurusan Teknik Arsitektur UI."Kenapa pagi itu aku harus bangun, harusnya nggak usah bangun aja biar aku sekalian nggak tahu. Aku malu sama orang-orang, sudah mengecewakan orangtua," tutur Sarah dengan mata berkaca-kaca.Sarah mengaku selama ini prestasinya tidak terlalu mengecewakan. Saat duduk di kelas I, ia masuk 10 besar. Ketika di kelas II, prestasinya makin moncer, ia masuk 3 besar. Di kelas III, meski tak masuk ranking, nilai rata-ratanya masih 7.Dia juga bercerita tentang temannya yang sama-sama tidak lulus. Menurut Sarah, nilai bahasa Inggris temannya sempurna, 10 dan bahasa Indonesianya 9. "Tapi dia tidak lulus karena nilai matematikanya 3,3," imbuh dia.Kabar tidak terduga dari UN juga diterima Indah Kusumaningrum dari SMU PSKD VII, Depok. Dia tidak lulus karena nilai matematikanya 4,0. Dari dari 30 soal yang diujikan, dia yakin bisa mengerjakan dengan baik sebanyak 13 soal.Dari jumlah soal yang berhasil dia kerjakan itu, dia yakin bisa mengantongi nilai 4,3."Soal matematikanya memang sangat sulit, setelah ujian banyak teman saya yang nangis karena merasa tidak bisa mengerjakan," kata dia.Yang membuatnya nelangsa lagi adalah saat mengetahui rekan satu sekolahnya lulus dengan nilai yang sangat minim."Bayangkan ada teman saya yang nilainya 5 semua, dia lulus. Tapi saya yang bahasa Inggris dapat 8, bahasa Indonesia 8 dan matematika 4, tidak lulus," tuturnya lirih.Padahal, imbuhnya, sewaktu mengerjakan soal matematika dia tidak pernah berharap dapat nilai 7. "Tapi benar kok yang 13 soal itu aku bisa semua," tegas Indah yakin.Indah juga menceritakan, ia sempat membahas soal UN dengan teman-temannya dari lain sekolah. Dari hasil pembahasan dia tahu, soal-soal yang diujikan saling berbeda."Teman saya yang di SMUN 88 Jakarta bilang soalnya beda dengan yang saya kerjakan," ujar Indah nelangsa.
(umi/)











































