Lapindo Lalai Tidak Memperhatikan Struktur Tanah di Jawa

Lapindo Lalai Tidak Memperhatikan Struktur Tanah di Jawa

- detikNews
Jumat, 23 Jun 2006 11:44 WIB
Jakarta - Semburan lumpur panas di Sidoarjo ditengari sebagai kelalaian Lapindo Brantas Inc. Saat mengebor, Lapindo tidak memperhatikan struktur tanah di Jawa yang memiliki tekanan tinggi.Struktur tanah di Jawa yang memiliki tekanan tinggi dalam pengeboran sering menimbulkan terjadinya perekahan gas. Selanjutnya akan ada tekanan dari bawah yang berisikan gas, lumpur dan air yang bisa keluar ke permukaan tanah.Demikian disampaikan juru kampanye Tim Advokasi Energi Jatam Andre S Wijaya saat jumpa pers di kantor Walhi, Jalan Tegal Parang Utara, Jakarta Selatan, Jumat (23/6/2006)."Mereka tidak memperhatikan struktur tanah yang disebut formasi ujung yang punya tekanan tinggi, makanya sekarang jadi momok," tandas dia.Andre juga mengatakan dalam hal ini pihak Lapindo tidak memasang selubung casing di kedalaman 9.297 kaki yang akhirnya menimbulkan masalah dengan adanya bor yang tersangkut di dalam hingga akhirnya ditarik dan justru Lapindo kehilangan selubung bor itu.Kemudian Lapindo mengambil inisiatif menutup rig, namun terjadi tekanan hingga mengeluarkan gas, air, dan lumpur di lokasi sekitar rig dengan jarak 100 hingga 200 meter."Itu penyebabnya kenapa terjadi lumpur panas ini, dan baru pada 15 Juni kemarin mereka menginformasikan kalau mereka kehilangan selubung bor itu," jelas Andre.Oleh sebab itu Jatam akan mendukung organisasi lingkungan yuang memiliki legal standing untuk melakukan gugatan. "Kami juga akan memberikan tekanan dan masukan kepada pemerintah khususnya Departemen ESDM agar bisa belajar dari kasus ini. UU Migas 22/2001 menjadikan langkah tanggap darurat menjadi lamban," terangnya.Pemerintah pun didesak menarik data-data teknis mengenai pengeboran yang dilakukan Lapindo agar dapat digunakan sebagai bahan penyidikan oleh kepolisian. (san/)


Berita Terkait