Tak Lulus UN, Puluhan Siswa Geruduk Kantor Mendiknas
Jumat, 23 Jun 2006 11:16 WIB
Jakarta - Sekitar 40 siswa SLTA yang tidak lulus ujian nasional (UN) mendatangi Mendiknas Bambang Sudibyo. Mereka menolak UN sebagai satu-satunya penentu kelulusan."Tujuan kami ke Diknas adalah untuk menolak UN sebagai satu-satunya penentu kelulusan siswa. Artinya perjuangan murid selama 3 tahun diabaikan," kata Retno Listyanti guru SMU 13 yang mendampingi para siswa di Gedung Depdiknas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (23/6/2006).Para siswa itu antara lain berasal dari SMU 71, SMU 50, SMU 91, SMU PSKD 7 Depok dan SMU Padindi Kalideres. Selain didampingi sejumlah guru, tampak pula Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi.Mereka saat ini mencoba bertemu dengan Mendiknas. Namun Mendiknas hanya mengizinkan bertemu 7 perwakilan siswa, guru, orangtua murid, dan Kak Seto."Aku merasa kecewa karena nilaiku dari kelas 1 sampai kelas 3 bagus. Masuk 10 besar terus, tapi kok jadi tidak lulus," kata Indah Kusumaningrum siswa SMU PSKD 7 Depok memendam kekecewaan.Dia mengaku bahwa nilai Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia mendapat 8, namun sayang nilai Matematika hanya dapat 4.Saat ini para siswa yang tidak diperbolehkan masuk ke ruang kerja Mendiknas memilih berkerumun di dekat halaman parkir kantor Depdiknas.
(san/)











































