Siswa Stres Duluan Sebelum UN
Jumat, 23 Jun 2006 10:08 WIB
Jakarta - Beban siswa kelas 3 SLTA memang tinggi. Kebanyakan dari mereka sudah stres duluan sebelum mengikuti ujian nasional (UN). Akibatnya, UN mereka pun gagal."Kebanyakan dari mereka stres duluan sebelum ujian. Mereka berpikiran akan susah kalau tidak lulus karena tidak ada lagi ujian ulang," kata Kepala Sekolah SMU Suluh, Empong Heryani kepada detikcom, di SMU Suluh, Jalan Palapa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/6/2006).Empong menyatakan, kebanyakan siswa untuk kelas IPA yang tidak lulus karena nilai ujian Matematika jeblok. Sedangkan untuk kelas IPS kebanyakan jeblok di mata pelajaran Bahasa Inggris."Soal Matematika tahun ini kelihatannya lebih sulit dibandingkan tahun lalu. Selain harus hapal rumus, siswa juga harus tahu langkah-langkahnya sebelum akhirnya menemukan jawaban," jelas Empong.Di SMU Suluh sendiri, untuk kelas IPA dari, 80 peserta UN yang tidak lulus 6 orang atau 7,5 persen. IPS dari 189 peserta yang tidak lulus 12 orang atau 6,38 persen, dan 1 orang tidak ikut karena sakit gagal ginjal."Yang tidak lulus akan mengikuti ujian paket C yang kemungkinan digelar awal November," ujar Empong.Empong sendiri mengakui bahwa kebanyakan siswanya yang tidak lulus karena prestasi harian mereka juga tidak menonjol. Dari 3 kali try out UN yang digelar SMU Suluh, nilai siswa yang tidak lulus tidak jauh berbeda dengan skor UN mereka."Memang ada satu siswa yang cukup berprestasi. Nilai Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di atas 7, tapi nilai matematikanya 4,21. Orangtua sempat protes, tapi setelah diberi penjelasan bahwa ini kebijakan Diknas, mereka bisa mengerti," tuturnya.Selain itu sejumlah orangtua siswa juga banyak yang datang ke sekolah untuk menanyakan solusi bagi kelanjutan sekolah anaknya. Mereka kebanyakan menginginkan anaknya bisa kuliah."Kita hanya bisa mengatakan ikuti kejar paket C atau mengulang di sekolah karena belum ada keputusan soal ujian ulang," kata Empong Heryani.
(san/)











































