Konsep Megapolitan Harus Jadi
Jumat, 23 Jun 2006 00:24 WIB
Jakarta - Di akhir kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tetap bertekad menggolkan konsep megapolitan yang sudah lama digagas olehnya.Sutiyoso menekankan pentingnya realisasi konsep megapolitan.Bang Yos yakin konsep megapolitan akan membantu masalah kemiskinan yang mendera ibukota metropolitan ini."Konsep megapolitan harus sudah terlaksana Undang-undangnya sebelum masa jabatan saya berakhir, supaya gubernur yang baru nanti sudah dapat menggunakan UU yang baru," ujarnya ketika ditemui usai acara malam resepsi HUT DKI Jakarta ke-479 di Taman Air Monas, Jakarta, Kamis (22/6/2006). Bang Yos menegaskan dengan konsep ini tidak berarti DKI mencaplok wilayah tetangga. Konsep megapolitan adalah membangun tata ruang secara sinergis dan bersama-sama. Dan itu berarti bukan penggabungan wilayah.Hal ini menjadi penting karena konsep megapolitan dinilai dapat memberi damapk positif dalam menekan angka kemiskinan "Cikal bakal kemiskinan di Jakarta adalah urbanisasi yang terkonsentrasi di Jakarta. Jadi bagaimana caranya menyebar pembangunan, ya dengan konsep megapolitan ini," ujar Bang Yos yang tampak santai dengan mengenakan baju betawi plus peci hitam ini.Dengan adanya konsep megapolitasn yang simultan termasuk di bidang tarnsportasi Bang Yos mengharapkan infrastruktur kota tetangga Jakarta menjadi lancar sehingga perhatian tidak tertuju pada kota Jakarta saja.Kota Megapolitan yang digagas Bang Yos mencakup Jabodetabek plus Cianjur atau Jabodetabekjur. Namun daerah lain menolak. Pembahasan konsep ini sudah masuk ke DPR. Gubernur DKI periode 1966-1977, Ali Sadikin juga pernah melontarkan konsep ini.
(ddn/)











































