Kapolri dan Mendagri Harus Tindak Tegas Ormas Anarkis
Kamis, 22 Jun 2006 22:27 WIB
Jakarta - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) meminta Kapolri Jenderal Pol Sutanto untuk bertindak tegas terhadap kelompok yang melakukan tindakan anarkis. Begitu juga dengan Mendgari untuk tegas menertibkan ormas-ormas radikal."Saya sudah beberapa kali bertemu dengan Kapolri, saya minta tegas terhadap langkah-langkah anarkis, jangan melihat dari mana mereka. Itu tuntutan dari Lemhanas," jelas Gubernur Lemhanas Muladi dalam jumpa pers di kantor Lemhanas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/6/2006).Muladi mengatakan Mendagri M Ma'aruf harus mempunyai tolak ukur yang kuat untuk bertindak begitu juga para pemimpin nasional lainnya.Bila tidak tertutup kemungkinan negara ini akan terpecah belah, apalagi kelompok radikal tersebut sering melakukan tindakan anarkis."Dari segi hukum gampang sekali Kapolri melakukan tindakan tegas terhadap mereka untuk menangkapnya, sedangkan Mendagri saya kira menjadi leading sector untuk menertibkan orman-ormas itu," tegas Muladi.Muladi menjelaskan munculnya sektarian radikal karena adanya ketidakadilan yang selama ini terjadi antara daerah dan pusat juga soal pembagian hasil kekayaan daerah, selain itu akibat euforia demokrasi.Mengenai munculnya ide Syariat Islam yang disusung kelompok sektarian, Muladi menyatakan bahwa negara Indonesia bukan negara religius atau negara agama. Walaupun mayoritas masyarakatnya beragama islam, tapi itu pun terbagi dalam kelompok-kelompok besar seperti NU dan Muhammadiyah.Pancasila lajut Muladi tidak memiliki pertentangan dengan Syariat Islam dan agama lainnya."Kecuali kalau dicocokkan dengan kitab suci tentunya banyak yang kurangnya. Yang palig penting saat ini perlu adanya dialog antara kelompok pluralisme dan sektarian untuk menemukan perekat persatuan dan kesatuan bangsa ini," ujarnya.
(ddn/)











































