Kasus Ipal, Bupati Simalungun Akan Diperiksa

Kasus Ipal, Bupati Simalungun Akan Diperiksa

- detikNews
Kamis, 22 Jun 2006 18:33 WIB
Jakarta - Polri terus mengusut kasus dugaan ijazah palsu Bupati Simalungun Zulkarnaen Damanik. Dalam waktu dekat Damanik segera dipanggil untuk dimintai keterangan.Demikian disampaikan Sekretaris Eksekutif Government Watch (Gowa) Andi W Syahputra kepada detikcom, Kamis (22/6/2006).Menurut Andi, hari ini Gowa telah melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) di Polda Kalimantan Barat. Dalam kesempatan itu pihaknya menyerahkan sejumlah bukti-bukti tambahan.Bukti-bukti itu antara lain, ijazah asli milik Zulkarnaen Abdullah dengan nomor induk 1017 yang diduga dipalsukan oleh Zulkarnaen Damanik. Bukti itu dilengkapi surat keterangan dari Kepala SMAN I Pontianak yang menyatakan ijazah tersebut benar milik Zulkarnaen Abdullah."Kita juga menyerahkan fotokopi legalisir ijazah Zulkarnaen Damanik dengan nomor induk yang sama. Ijazah itu juga dikatakan dikeluarkan oleh SMAN I Pontianak," kata Andi.Menurut Andi, Polda Kalbar berjanji akan terus menindaklanjuti kasus ini. Dalam waktu dekat, mereka bahkan berniat meminta keterangan dari Damanik."Terkait rencana itu, Polda Kalbar terlebih dahulu akan mengirimkan surat permohonan pemeriksaan Damanik kepada presiden. Hal ini dilakukan karena yang bersangkutan adalah seorang bupati," tutur Andi.Menanggapi hal ini, Zulkarnaen Damanik mengatakan siap memenuhi pemanggilan tersebut selama sesuai aturan yang berlaku. Dia sendiri menginginkan kasus ini segera dituntaskan agar semuanya menjadi jelas."Memanggil seorang bupati itu ada aturannya. Selama semuanya sesuai aturan yang berlaku, saya siap diperiksa kapan saja. Saya memang ingin segera diperiksa agar semuanya jelas," ujar Damanik kepada detikcom.Damanik juga mengatakan, Jumat 23 Juni besok pihaknya akan memberikan keterangan ke Mabes Polri. Damanik akan datang bersama sejumlah kawan-kawan semasa bersekolah di SMAN I Pontianak."Saya tantang Gowa untuk mencari 1 bekas murid SMAN I Pontianak lulusan tahun 1966 yang bisa mengatakan bahwa Zulkarnaen Damanik bukan lulusan sekolah tersebut. Tidak usah dua, cukup satu saja," tantang Damanik. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads