Pengungsi Lumpur Panas Tagih Janji Keluarga Bakrie
Kamis, 22 Jun 2006 18:04 WIB
Jakarta - Pengungsi korban lumpur panas yang berasal dari 3 desa di Kecamatan Sidoarjo menagih janji keluarga Bakrie. Mereka meminta agar keluarga Bakrie sebagai pemilik Lapindo Brantas Inc segera merealisaiskan bantuan kepada warga."Kami berharap keluarga Bakrie segera memberikan bantuan seperti yang disampaikan Pak Nirwan. Lapindo harus bertanggung jawab, karena kerugian kami tidak hanya rumah dan tanah, tetapi kehidupan kami terganggu. Tidak bisa kerja, anak tidak sekolah dan tidur di pengungsian." kata Abdul Syukur, warga Desa Kedung Bendo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jakarta Timur di pengungsian Pasar Baru Porong, Kamis (22/6/2006).Pernyataan senada juga disampaikan Kisman warga Desa Jatirejo. Ia berharap bantuan segera terealisasi. "Yang kami pikirkan saat ini hanya ganti rugi atas tanah dan rumah yang tergenang lumpur 50 cm. Saya bingung bagaimana harus membersihkannya," katanya.Selain menagih janji, para pengungsi juga mendesak agar bantuan sebesar Rp 3 ribu/jiwa/hari seperti yang dijanjikan pemerintah segera terealisasi. Pasalnya, sampai saat ini bantuan yang akan disalurkan melalui Dinas Sosial Sidoarjo belum juga turun. Kepala Dinas Sosial Sidoarjo, Hasyim Rosidi, mengatakan bantuan 3 ribu/jiwa/hari sampai saat ini belum bisa dilakukan karena pihaknya masih melakukan pendataan para penerima bantuan.Pemkab Sidoarjo saat ini tengah mengumpulkan seluruh Ketua RT dan RW yang berada di 4 desa yang tergenang lumpur yaitu Desa Reno Kenongo, Jatirejo, Kedung Bendo, dan Desa Siring. "Setelah dilakukan pendataan, bantuan akan disalurkan kepada Ketua RT masing-masing. Bantuan akan diberikan sekaligus untuk 2 bulan," ujar dia.
(jon/)











































