Jika Tak Mampu Atasi Lumpur Panas, Ical Harus Mundur

Jika Tak Mampu Atasi Lumpur Panas, Ical Harus Mundur

- detikNews
Kamis, 22 Jun 2006 17:30 WIB
Jakarta - Kesengsaraan rakyat akibat lumpur panas dari sumur gas Lapindo Brantas membuat banyak pihak gemas. Menko Kesra sekaligus bekas bos Bakrie Group, Aburizal Bakrie, pun didesak mundur.Meski sudah tiga minggu lebih, kasus luapan lumpur panas tersebut tidak juga teratasi. Padahal akibat peristiwa itu ribuan orang terpaksa mengungsi.Kesengsaraan rakyat tidak hanya sampai di situ. Lumpur panas juga telah menyebabkan ratusan hektar sawah penduduk rusak parah. Untuk mereka yang bekerja di pabrik, banyak yang tidak beraktivitas karena tempatnya bekerja tutup. Politisi senior dari PDIP Soetardjo Soerjogoeritno mengatakan, Lapindo Brantas Inc harus bertanggung jawab. Lapindo Brantas adalah salah satu perusahaan milik Bakrie Group.Pria yang akrab disapa Mbah Tardjo ini menilai, ada sesuatu yang tidak beres di balik lambannya penyelesaian kasus ini. Apalagi tidak ada tindakan tegas terhadap Lapindo Brantas."Kayaknya pemerintah takut. Kalau yang lain ditangkap, kenapa ini (Lapindo) tidak," katanya saat berbincang-bincang dengan detikcom di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/6/2006).Mbah Tardjo juga mengkritik kinerja Menko Kesra Aburizal Bakrie alias Ical. Dia mendesak Aburizal mundur jika tidak bisa menyelesaikan masalah ini."Kalau nggak mampu, ya mundur saja. Maunya untung besar tapi menimbulkan bencana. Berarti semuanya nggak becus," kecam Mbah Tardjo.Penggemar cerutu ini juga mendesak pemerintah segera membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus ini. Jika Lapindo Brantas terbukti melakukan kesalahan, perusahaan itu harus mengganti seluruh kerugian rakyat."Aparat harus berani menindak siapa pun, termasuk keluarga Bakrie jika mereka salah. Siapa yang menyengsarakan rakyat harus ditindak tegas tanpa pandang bulu," cetus Mbah Tardjo. (djo/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait