Analisis Pakar Hukum soal Pasal 'Turut Serta' di Kasus Brigadir J

ADVERTISEMENT

Analisis Pakar Hukum soal Pasal 'Turut Serta' di Kasus Brigadir J

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 05 Agu 2022 08:41 WIB
Nama Asli Bharada E: Profil dan Fakta tentang Bharada E
Foto: Istimewa

Bhadara E Jadi Tersangka

Seperti diketahui, Bharada E dijerat pasal berlapis terkait kasus kematian Brigadir J dalam kasus tembak-menembak di rumah Irjen Ferdy Sambo. Tak hanya dijerat pasal pembunuhan, Bharada E juga dijerat dengan pasal turut serta.

"Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka," ujar Dirpidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (3/8/2022).

"Dengan persangkaan pasal 338 juncto Pasal 55 dan/atau 56 KUHP," tambah Andi Rian.

Bunyi Pasal 55 KUHP sebagai berikut:

"(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:
1. Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;
2. Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.
(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya."

Kemudian Pasal 56 KUHP berbunyi:

"(1) Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan; 2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan."

Kuasa Hukum Bharada E Heran

Pengacara Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Andreas Nahot Silitonga, mengaku heran kliennya dijerat pasal 'turut serta' di kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Dia menyatakan insiden yang menewaskan Brigadir J merupakan peristiwa baku tembak satu lawan satu.

"Itu yang sebenarnya kami juga membingungkan buat kami. Karena kalau yang disampaikan klien kami, itu semua dilakukan sendiri, dilakukan sendiri, satu lawan satu. Jadi kalau misalnya kita bicara pasal 55, berarti itu ada penyertaan. Ada orang lain yang melakukan bersama-sama dengan dia dan memiliki niat yang sama," kata Andreas di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Andreas juga bingung terkait pasal 56 yang turut dijeratkan kepada Bharada E. Dia kembali menegaskan bahwa peristiwa baku tembak itu murni satu lawan satu.

"Makanya dia, pasal 55 berarti orangnya juga harus ada di situ. Katakanlah pasal 56 satu lagi ya, kalau pasal 56 dia memberikan sarana. Tapi dia juga harus memiliki niat yang sama. Jadi saya bingung sebenarnya, orang siapa yang dimaksud, kejadian itu murni dilakukan 1 lawan 1," ujar Andreas.

Lebih lanjut, Andreas menyesalkan mengenai prosedur dalam pemeriksaan dan penetapan tersangka Bharada E. Dia menyatakan kliennya kooperatif mengikuti proses hukum.

"Nah kemudian ada satu hal yang sangat kami sayangkan sebenarnya kami sangat menerapkan semua prosedur sesuai dengan KUHAP itu dijalankan, cuma ternyata sebagaimana yang kemarin mendampingi langsung itu pemeriksaan klien kami sebagai saksi baru selesai di tanggal 4 tepatnya jam 1 lewat 2. Jadi kami pertanyakan bagaimana seseorang yang belum selesai diperiksa sebagai saksi, tapi tersangka," imbuh Andreas.


(aik/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT