ADVERTISEMENT

Analisis Pakar Hukum soal Pasal 'Turut Serta' di Kasus Brigadir J

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 05 Agu 2022 08:41 WIB
Nama Asli Bharada E: Profil dan Fakta tentang Bharada E
Foto: Istimewa
Jakarta -

Bharada Richard Eliezer atau Bharada E disangkakan dengan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan/atau 56 KUHP di kasus meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Ahli hukum pidana menyebut disertakannya Pasal 55 KUHP menandakan bahwa tindakan kriminal tidak dilakukan seorang diri.

"Pasal (55) ini dalam teori hukum, ini pasal teori penyertaan. Artinya, pelaku bukan hanya satu. Ada yang menyuruh, ada yang memberikan fasilitas, dan lainnya. Ini membuktikan penyidik punya analisa Bharada E tidak sendiri," kata Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho, saat dihubungi, Kamis (4/8/2022).

Menurut Hibnu, berbeda jika Bharada E hanya dikenai Pasal 338 soal pembunuhan. Jika hanya Pasal 338 yang dikenakan, ada kemungkinan Bharada E adalah tersangka tunggal.

"Kalau tanpa Pasal 55, dia pelaku sendiri. Ini tampaknya enggak. Kita apresiasi penyidik Bareskrim, dimungkinkan potensi tersangka lain. Apakah ada yang menyuruh, atau memberi sarana," ucapnya.

Namun, Hibnu tidak bisa memastikan bahwa kasus ini berkaitan dengan pembunuhan berencana. Semua itu tergantung bukti yang dimiliki oleh penyidik Polri.

"Bisa jadi (pembunuhan berencana), makanya berkembang. Tapi, penentuan Pasal 55 itu indikasi ada pihak lain. Berencana atau tidak, tergantung (keterangan) Bharada E," katanya.

Sementara itu, pengamat hukum dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar, pun menyampaikan hal yang sama dengan Hibnu. Menurut Fickar, penyangkaan Pasal 55 dan 56 KUHP, ada orang yang bertanggung jawab selain Bharada E.

"Pencantuman Pasal 55, dan 56 KUHP itu menyiratkan dakwaan, tuduhan pada perbuatan pembunuhan itu tidak ditanggung jawabi oleh satu orang. Tetap ada peserta yang bersama sama (Pasal 55 KUHP), umpamanya, yang menyuruh dan sebagainya. Juga ada yang membantu, dan berkedudukan sebagai pembantu (Pasal 56 KUHP), peran pembantu saja," kata Fickar saat dihubungi terpisah.

"Artinya, ada orang lain yang seharusnya bertanggung jawab selain Bharada E," katanya.

Menurut Fickar, kasus ini dan Pasal 55 dan/atau 56 yang disangkakan menjadi momentum bagi Polri untuk membersihkan institusi. Oknum-oknum polisi yang mungkin terlibat dalam kasus kematian Brigadir J bisa segera diungkap dan kasus menjadi jelas.

"Ya seharusnya ini dijadikan kesempatan juga oleh Polri membersihkan oknum-oknum polisi yang terlibat, dengan Tim Khusus bisa ditembus semua hambatan yuridis, maupun psikologis," katanya.

Bharada E jadi tersangka. Simak di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Mengapa Polisi Ambil dan Rusak CCTV di Kasus Brigadir J?

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT