Soal Sering Bocor, UN Tidak Bisa Jadi Standar Kelulusan
Kamis, 22 Jun 2006 16:50 WIB
Jakarta - Pembocoran soal adalah masalah yang mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sepanjang tahun. Di Lampung ada siswa yang sampai salah menerima bocoran soal. Salah siapakah ini?"Guru takut muridnya tidak lulus. Murid juga takut tidak lulus," ujar Eny Susilah di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta, Kamis (22/6/2006).Menurut ibu Bayu Taruna, siswa yang tidak lulus UN, fenomena pembocoran soal UN menunjukkan pelaksaan UN masih belum efektif. Karena itu, UN tidak bisa dijadikan justifikasi kelulusan siswa. "Sepanjang masih ada kekurangan, janganlah pemerintah menjadikan UN sebagai tolak ukur kelulusan," tandas dia.Menurut Eny, proses hukum terhadap pelaku pembocoran soal-soal UN belum menyentuh esensi permasalahan. UN harus dikaji ulang kebijakannya."Wibawa Mendiknas tidak akan turun jika mengganti kebijakan yang tidak efektif ini," kata dia.
(umi/)











































