Ada Apa dengan Matematika?
Kamis, 22 Jun 2006 16:44 WIB
Jakarta - Matematika menjadi momok mematikan dalam Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2005/2006. Lebih dari 139 ribu siswa SMU dan SMK se-RI gagal lulus karena nilai matematikanya di bawah 4,26. Apa yang salah dengan soal matematika?Dalam formulir pengaduan UN 2006 yang diserahkan kepada Komnas HAM oleh puluhan siswa yang tidak lulus, ada jawaban yang senada.Misalnya saja Ega Elmawan, siswa SMU Kartika XI, Jakarta Selatan. "Selain soalnya sulit juga tidak sesuai dengan kurikulum," kata Ega mencurahkan isi hatinya di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta, Kamis (22/6/2006).Kurikulum diduga yang menjadi biang masalah dalam ujian nasional matematika. Menurut Eny Susilah, guru SMUN 13 Jakarta Utara yang juga orangtua Bayu Taruna yang gagal UN, kebanyakan SMU-SMU masih menggunakan kurikulum 1994."Sekolah-sekolah unggulan memang sudah pakai kurikulum 2004, tapi kita tidak tahu apakah UN ada pemisahan antara kurikulum 1994 dan 2004," kata dia.Eny menambahkan, perbedaan kurikulum bisa berarti perbedaan kapasitas yang diajarkan."Model ujian matemetikanya mungkin sama, tapi pokok bahasan ujiannya bisa berbeda," tandas dia.
(umi/)











































