Golput 50%, Panwaslih Pekanbaru Salahkan KPUD
Kamis, 22 Jun 2006 16:38 WIB
Pekanbaru -
Pilkada Kota Pekanbaru dipenuhi golongan putih alias golput. Diperkirakan jumlah mereka sekitar 200 ribu orang atau 50 persen dari jumlah pemilih. Banyak masyarakat yang mendapatkan kartu pemilih tidak menggunakan hak suaranya di TPS. "Hasil pilkada ini di bawah standar mutu, persentasenya juga di bawah standar, ini merupakan kesalahan mutlak dari panitia penyelenggara pelaksanaan pilkada," cetus Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pekanbaru Muhammad Kastulani pada detikcom, di Pekanbaru, Riau, Kamis (22/6/2006).Menurutnya, kesalahan bisa saja terjadi karena para pelaksana pilkada dalam menurunkan anggotanya untuk mendata di lapangan, tidak bekerja secara maksimal. "Jika anggota panitia pelaksana bekerja maksimal, kemungkinan tidak akan ada keluhan masyarakat tentang tidak adanya surat undangan untuk pencoblosan," imbuhnya.Selain KPUD, menurutnya, Dinas Pendudukan Kota Pekanbaru juga bekerja tidak maksimal dalam mendata jumlah penduduk sebenarnya. "Meski pilkada sukses, tapi golput lebih sukses dan ini menunjukkan hasil Pilkada Pekanbaru di bawah mutu standar," ujarnya.Namun dia tidak menampik bila kesadaran masyarakat memang rendah dalam berpartisispasi mengikuti pesta demokrasi di Pekanbaru ini.Kendati di bawah mutu standar, kemungkinan pilkada ulang pun sulit untuk diharapkan. "Sangat kecil kemungkinannya," ucapnya.Panwaslih juga menyatakan pihaknya belum menerima laporan adanya kecurangan-kecurangan selama pilkada berlangsung. "Belum ada laporan masuk," katanya.Pilkada Kota Pekanbaru digelar pada 21 Juni 2006. Ada 2 pasangan calon yang bertarung yakni pasangan Herman Abdullah dan Erizal Muluk yang dijagokan Partai Golkar, meraih 65 persen suara. Sedang pesaingnya, Irwandi Saleh dan Ayat Cahyadi, yang diusung PKS hanya mendapat 35 persen suara.
(ndr/)










































