Beri Kunci Jawaban UN Salah, Guru SMU 2 Semarang Dilaporkan

Beri Kunci Jawaban UN Salah, Guru SMU 2 Semarang Dilaporkan

- detikNews
Kamis, 22 Jun 2006 15:31 WIB
Semarang - Seorang guru SMU 2 Semarang dituduh membocorkan kunci jawaban ujian nasional (UN). Tapi, kunci jawaban yang dibocorkan itu salah dan siswa batal lulus. Guru itu pun dilaporkan ke sekolah. Isu kebocoran kunci jawaban ini memicu isu lainnya. Kamis (22/6/2006), muncul isu bahwa 37 siswa yang tak lulus UN melakukan aksi protes. Mereka ingin mengklarifikasi kunci jawaban yang salah tersebut. Ketika dicek, ternyata aksi protes itu tak terjadi. Situasi sekolah nampak seperti biasa. Namun karena sejumlah wartawan datang mengkonfirmasi isu kebocoran kunci jawaban dan protes siswa itu, pihak sekolah langsung rapat. "Ada beberapa siswa yang saya klarifikasi soal oknum guru yang memberikan kunci jawaban. Sampai kini, persoalannya belum jelas. Masih berupa isu, belum ada bukti," kata Kepala SMU 2 Semarang Pudji Tikno di kantornya, Jl. Sendang Guwo Semarang. Tikno yang didampingi sejumlah guru menjelaskan, isu adanya guru yang membocorkan kunci jawaban itu beredar dua hari menjelang pengumuman UN 19 Juni lalu. Masalah tambah menyeruak ketika diketahui kunci jawaban yang diterima siswa salah. Siswa SMU 2 berjumlah 459 orang yang terdiri dari 306 siswa Jurusan IPA, 131 siswa Jurusan IPS, dan 225 siswa Jurusan Bahasa. Dari jumlah tersebut, 37 di antaranya tidak lulus UN. Semua berasal dari Jurusan IPA dan jeblok pada mata pelajaran Matematika. "Saat saya klarifikasi, beberapa siswa mengaku tidak dapat mengerjakan mata pelajaran Matematika. Karena itu, wajar jika mereka tidak lulus," kata Pudji. Berdasarkan laporan siswa, guru tersebut berinisial SB. SB meminta satu siswa berinisial Y mencari teman dan berjanji memberikan kunci jawaban mata pelajaran Matematika dengan imbalan sejumlah uang. Dan, perjanjian pun 'diteken'. Saat UN berlangsung, SB mengawasi SMU di kawasan Banyumanik Semarang. Melalui SMS, SB memberikan kunci jawaban pada soal yang dipegangnya. Namun ternyata, soal yang diterima di SMU 2 dengan SMU yang diawasi SB berbeda. Sehingga kunci jawaban pun salah. "Saya tidak tahu. Belum ada aturan menyelesaikan masalah seperti ini," kata Pudji ketika ditanya apa sanksi yang akan diberikan pada SB jika dia betul-betul terbukti membocorkan kunci jawaban UN. (asy/)


Berita Terkait