Lumpur Panas Dikhawatirkan 'Sengat' Karyawan Lapindo

Lumpur Panas Dikhawatirkan 'Sengat' Karyawan Lapindo

- detikNews
Kamis, 22 Jun 2006 14:51 WIB
Jakarta - Meluapnya lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, dipastikan tidak hanya meresahkan warga sekitar, tapi juga buruh Lapindo Brantas Inc. Nasib buruh-buruh itu kini tidak jelas.Akademisi Unair Surabaya Eddy Herry Pryhantoro bahkan tidak yakin buruh-buruh itu diberi gaji pascabencana."Biasanya kalau ada bencana, buruh-buruh diistirahatkan tanpa batas waktu tertentu dan tidak diupah," kata Eddy usai diskusi tentang UU Ketenagakerjaan di Jakarta Media Center, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (22/6/2006).Dikatakan dia, pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang datang ke lokasi beberapa hari lalu dan mengatakan ganti rugi harus cepat dilakukan adalah niat baik yang layak dihargai."Tapi apa cukup dengan ganti rugi, semua sudah rusak tercemar dan butuh waktu lama untuk konservasi," katanya.Dia bahkan khawatir kondisi ini dimanfaatkan para pengusaha yang sebelumnya sudah beroperasi di situ untuk memperluas kawasan industrinya. Caranya dengan membeli tanah yang telah tercemar dengan harga murah."Ini menyedihkan, lahan produktif rusak, sementara lapangan kerja hampir tidak ada. Pemerintah harus berupaya keras mencari solusinya," kata dia. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads