Alor Rusuh, 4 Rumah Dibakar, Warga Serang Polisi
Kamis, 22 Jun 2006 13:23 WIB
Kupang - Empat rumah penduduk dibakar massa dalam kerusuhan antargeng di Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (21/6/2006) sore. Hingga saat ini, Kamis (22/6/2006), situasi di daerah tersebut aman terkendali. Namun, aparat masih berjaga-jaga. Kerusuhan ini cukup menegangkan Alor. Sebab, saat kerusuhan terjadi, rombongan polisi yang mengawal distribusi beras untuk rakyat miskin juga diserang sekelompok warga bersenjata di sekitar daerah tersebut. Saat itu, kendaraan yang ditumpangi rombongan polisi melintas di Desa Tulleng, Kecamatan Lembur, 30 KM arah timur Kalabahi. Akibat serangan warga, satu anggota polisi mengalami luka serius terkena panah di bagian paha kanannya. Sementara seorang warga mengalami luka tembak. Wakil Bupati Alor, Abraham Maulaka, yang dihubungi Kamis (22/6/2006) mengatakan, perkelahian antargeng dan penyerangan mobil polisi memiliki motif berbeda. "Perkelahian antargeng yang berbuntut dengan pembakaran rumah bermula dari kesalahpahaman antarpemuda Kampung Baru dan Wetabua di pelabuhan kota serta penyerangan seorang tokoh masyarakat asal Kampung Baru oleh pemuda Wetabua," kata Abraham. Penyerangan terhadap tokoh mayarakat bernama Eklopas Peni itu mendapat reaksi warga Kampung Baru sehingga melakukan penyerangan dan membakar empat rumah penduduk di Wetabua. Aparat kepolisian dari Brimob dan anggota Kodim 1622 Alor, tiba beberapa jam kemudian dan berhasil mengendalikan situasi setelah berulang kali mengeluarkan tembakan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara. Hingga Kamis siang, situasi di Kota Kalabahi mulai berangsur pulih.Sedangkan penyerangan mobil polisi, terjadi karena sebelumnya, masyarakat Desa Tulleng Kecamatan Lembur terlibat sengketa batas tanah dengan masyarakat Bukapiting Kecamatan Alor Timur Laut yang saling bertetangga. Karena truk pengangkut beras dilarang melintas melalui Desa Tulleng, maka warga Bukapiting meminta bantuan polisi untuk mengawal kendaraan pengangkut beras tersebut. Dalam perjalanan, mobil polisi dihadang dan terjadi adu mulut. "Seorang warga kemudian memanah Bripda Guntur sehingga mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis di RSUD Kalabahi," kata Maulaka. Aparat Polres Alor dan Brimob yang menerima laporan tentang penyerangan itu mendatangi lokasi kejadian untuk menangkap pelaku penyerangan. Namun kehadiran anggota Polres dan Brimob mendapat perlawanan, sehingga seorang warga bernama Imanuel Moleti terpaksa dilumbuhkan dengan tembakan di kaki. "Untuk sementara situasi keamanan di dua lokasi tersebut dalam kondisi terkendali dan aparat kepolisian akan menambah pasukan pengamanan," lanjut Maulaka.
(asy/)











































