Tak Lulus UN, Adik Saya Kini Merasa Tak Berharga Lagi
Kamis, 22 Jun 2006 13:00 WIB
Jakarta - Mental para siswa pintar yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) benar-benar down. Tidak lulus UN, berarti harus mengulang kelas III selama setahun atau ikut tutorial Paket C -- yang dianggap kurang bergengsi."Saya mempunyai adik, yang saat saat ini merasa dirinya tidak ada harganya," keluh Ika pada detikcom, Kamis (21/6/2006)."Perjuangan selama 4 tahun di pondok pesantren yang cukup ternama di Jakarta karena harus dimulai dari kelas nol, kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 hanyalah sebuah perjalanan yang sia-sia. Sekarang adik saya merasa tidak berharga di mata keluarga dan teman-temannya," cerita Ika.Selama 4 tahun mengikuti pelajaran dan berada pada jurusan IPA, hasil UN untuk Bahasa Inggris 8,20; Bahasa Indonesia 8,00 dan ternyata untuk matematika 4,00 dan dinyatakan tidak lulus. "Sungguh memilukan. Dengan hanya satu nilai, bisa membuat trauma seumur hidup, ditambah lagi tidak ada ujian ulangan, dan harus mengulang di kelas 3. Sistem pendidikan macam apa ini? Harus berapa tahun lagi adik saya sekolah hanya untuk mendapatkan ijazah untuk dapat meneruskan kuliah?" gugat Ika.Ika juga menyayangkan pernyataan Menteri Pendidikan pada saat didesak wartawan mengenai hasil UN, yang mengatakan bahwa ia hanya meneruskan peraturan yang sudah ada dari menteri terdahulu."Sayangnya tidak mengkaji ulang, untuk apa diadakannya pergantian menteri tetapi tidak ada aturan yang memeperbaiki kinerja dan peraturan di bidang pendidikan.""Keputusan hasil UN ini mematikan langkah kreativitas para siswa, kejadian ini menimbulkan trauma yang mendalam. Harapan saya hanya pada Komisi X DPR, teruskan perjuangan rehabilitasi UN," demikian Ika.
(nrl/)











































