TV Disita Petugas, Tahanan Ancam Bunuh Diri

TV Disita Petugas, Tahanan Ancam Bunuh Diri

- detikNews
Kamis, 22 Jun 2006 12:14 WIB
New South Wales, - Seorang pembunuh berantai mengancam akan bunuh diri dalam selnya. Gara-garanya, tahanan itu marah besar karena petugas penjara menyita pesawat televisi dan alat pemanggang rotinya. Walah!Ivan Milat dipenjara seumur hidup pada tahun 1996 lalu atas pembunuhan tujuh orang. Belakangan, pria Australia berusia 61 tahun itu mendapat perlakuan istimewa karena dia dianggap tidak lagi berisiko untuk kabur. Milat pun bisa menikmati siaran TV di dalam selnya.Namun kemudian, TV serta panggangan roti yang sempat berada di sel Milat ditarik kembali oleh petugas penjara Goulburn Supermax, New South Wales, Australia. Pasalnya keluarga para korban Milat memprotes keras kebijakan tersebut. Pemerintah setempat juga memerintahkan peninjauan kebijakan itu.Kini, Milat telah dipindahkan dari selnya ke ruang observasi menyusul ancamannya untuk bunuh diri. "Dia mengancam bunuh diri kemarin," ujar Komisioner Layanan Korektif New South Wales Ron Woodham seperti dilansir harian setempat, Sydney Morning Herald, Kamis (22/6/2006).Sebelum ini, Milat pun telah beberapa kali mengeluarkan ancaman bunuh diri. "Sebagian untuk memperoleh simpati, namun kadang-kadang tipis bedanya antara percobaan bunuh diri dan bunuh diri yang sukses," kata Woodham.Saat ini Milat berada di bawah pengawasan selama 24 jam oleh seorang petugas yang memonitornya melalui kamera pengawas. "Dia akan diperiksa oleh staf medis setiap hari dan kami punya tim intervensi risiko yang akan melihat berapa lama dia akan berada dalam kondisi seperti ini," kata Woodham. (ita/)


Berita Terkait