Sinjai Dilanda Krisis Air Bersih, Warga Buru Air Mineral
Kamis, 22 Jun 2006 11:47 WIB
Sinjai - Banjir bandang di Sinjai, Sulawesi Selatan menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Hampir seluruh warga tidak mendapatkan air bersih karena sumur mereka masih bercampur lumpur. Sementara, warga yang mengandalkan air PAM juga tidak mendapatkan air bersih karena saluran rusak.Akhirnya, ribuan warga mengandalkan air mineral dan bantuan air dari kabupaten lain yang disalurkan menggunakan truk tangki air. Hari ini, sedikitnya 5 truk tangki air dikerahkan ke Sinjai, namun jumlanya jauh dari mencukupi.Pantauan detikcom, Kamis (22/6/2006) di Dusun Maruangin dan Babana, Kecamatan Sinjai Timur, warga harus rela berjalan kaki sejauh 5 km untuk bisa mendapatkan air bersih.Seperti dituturkan Usman Tahir, warga Dusun maruangin, dirinya harus ke luar kota Sinjai untuk mendapatkan air mineral. "Di kota Sinjai toko-toko yang menjuual air mineral banyak yang habis. Terpaksa mencari sampai luar kota," kata Usman Tahir.Di Dusun Maruangin, semua air sumur keruh sehingga tidak bisa digunakan untuk memasak maupun untuk air minum. Warga pun kebingunan karena kesulitan mendapatkan air minum dan makanan. Apalagi sejumlah wilayah terisolir dengan daerah lain, karena jembatan putus maupun jalan putus karena tertutup longsoran tanah.Logistik Mulai Disalurkan Hari ini bantuan logistik mulai disalurkan ke sejumlah kecamatan di Sinjai. Sebelumnya, penyaluran bantuan terkendala oleh putusnya akses dan rusaknya sejumlah jembatan dan masih kurangnya pasokan logistik di Satkorlak Sinjai.Menginjak hari ketiga pasca banjir, bantuan akhirnya berdatangan. Ratusan dus mie instan, air mineral, puluhan karung beras , telur dan selimut sudah mulai disalurkan. Namun, logistik berupa bahan makanan ini diperkirakan hanya akan mampu bertahan sampai 2 hari.
(jon/)











































