Keluarga Bakrie Terkait Lapindo, Ical Harus Mundur
Kamis, 22 Jun 2006 10:58 WIB
Jakarta - Lapindo Brantas Inc dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas banjir lumpur di Porong, Sidoarjo. Mabes Polri telah memeriksa sejumlah staf perusahaan yang dimiliki keluarga Bakrie. Namun polisi dinilai main-main, karena sungkan kepada Aburizal Bakrie yang kini menjabat Menko Kesra."Menko Kesra harus mundur karena ada conflict of interest dan ini berdampak pada pemeriksaan. Buktinya sampai sekarang belum ada tersangka, seharusnya sudah ada, karena pemilik bertanggung jawab," kata Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Chalid Muhammad, Kamis (22/6/2006).Walhi menyesalkan kinerja polisi yang dinilainya lamban dalam menetapkan tersangka terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab terhadap banjir lumpur. "Seharusnya pimpinan Lapindo ditangkap dan pemerintah menutup Lapindo, karena jelas sudah ada indikasi pencemaran. Sampai sekarang saja belum ada pernyataan resmi bertanggung jawab," tegasnya.Selain itu Walhi menyoroti lambatnya upaya penanganan pemerintah terhadap bencana banjir lumpur ini. Bahkan hingga hari ke 20, belum ada tanda-tanda penanganan yang berarti."Segera hentikan semburan lumpur atau melokalisirnya dan segera penuhi hak-hak pengungsi dengan memberikan ganti rugi kepada penduduk, buruh dan pabrik yang menjadi korban," ucapnya.Walhi mengancam akan menempuh jalur hukum bila tidak ada tindakan yang berarti, baik dari Lapindo ataupun pihak-pihak terkait. "Kita akan melakukan legal standing terhadap Lapindo, BP Migas dan pemerintah," tandasnya.
(ndr/)











































