ADVERTISEMENT

Sempat Ditunda, Sidang Vonis Teddy Tjokro di Kasus ASABRI Digelar Hari Ini

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 03 Agu 2022 06:48 WIB
Jakarta -

Presiden Direktur PT Rimo International Lestari Teddy Tjokrosapoetro hari ini akan menghadapi sidang vonis terkait kasus korupsi PT ASABRI. Sidang vonis akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dilansir SIPP PN Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (3/8/2022), sidang vonis akan digelar di ruang Wirjono Projodikoro 2. Sidang rencananya dimulai pukul 09.00 WIB. Sidang putusan akan dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Rabu, 3 Agustus 2022, untuk pembacaan putusan," tulis SIPP PN Jakpus.

Dalam kasus ini, Teddy Tjokro merupakan pemegang saham, pemilik, sekaligus pengurus antara lain:

1. PT Hokindo Mediatama berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor 17 tanggal 27 April 2015, yang dibuat di hadapan Notaris Yudianto Hadioetomo, SH. MKn

2. Berubah nama menjadi PT Hokindo Properti Investama berdasarkan Akta Keputusan Pemegang Saham Nomor 8 tanggal 28 Juni 2016, Akta Notaris Yudianto Hadioetomo, SH. MKn

3. PT Rimo International Lestari Tbk berdasarkan akta Nomor 19 tanggal 29 Mei 2017

Dituntut 18 Tahun Penjara

Diketahui sebelumnya, Teddy Tjokrosapoetro dituntut 18 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar serta dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 20 miliar. Jaksa meyakini Teddy bersalah melakukan korupsi dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) secara bersama-sama dalam kasus ASABRI.

"Menuntut, menyatakan Terdakwa Teddy Tjokrosapoetro terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan kesatu primer dan terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang secara bersama-sama sebagaimana dakwaan kedua," kata jaksa saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (11/7).

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Teddy Tjokrosapoetro dengan pidana selama 18 tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan," tambah jaksa.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT