Pemda Diminta Dukung Target Pusat dalam Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

ADVERTISEMENT

Pemda Diminta Dukung Target Pusat dalam Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 18:58 WIB
KLHK
Foto: dok. KLHK
Jakarta -

Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang mencanangkan Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink pada 2030. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong agar target tersebut didukung pemerintah daerah.

FOLU Net Sink adalah kondisi tingkat serapan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada tahun 2030 akan seimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi. Sektor kehutanan memiliki porsi terbesar di dalam target penurunan emisi gas rumah kaca, yakni berkontribusi sekitar 60% dalam pemenuhan target netral karbon atau net zero emission.

Untuk mendukung upaya tersebut, KLHK melakukan sosialisasi secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia. Pada Senin (25/7) lalu, sosialisasi digelar di Aceh. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan kebijakan, strategi dan rencana implementasi aksi mitigasi yang mengacu pada target penurunan emisi gas rumah kaca yang telah ditetapkan secara nasional, serta untuk mensinergikan dan mengimplementasikan berbagai program kegiatan eksisting terkait perubahan iklim di Provinsi Aceh.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto selaku Ketua Harian II Tim Kerja FOLU Net Sink 2030 KLHK memastikan target nasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 sebesar -140 juta ton emisi karbon dapat terdistribusi dengan benar dengan memperhatikan baseline dan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca di setiap aksi yang akan dilaksanakan. Hal itu juga disinergikan dengan berbagai rencana pembangunan yang diselenggarakan.

"Saya berharap KLHK dapat berdiskusi dan mensinergikan target yang akan dicapai dengan rencana pembangunan daerah yang ada di Provinsi Aceh," jelas Agus dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8/2022).

Agus mengingatkan kepada pengelola KPH dan para pemangku izin di Provinsi Aceh untuk mulai meningkatkan status kesiagaan atas terjadinya pembakaran hutan dan lahan yang berpotensi menghambat tercapainya target Indonesia's FOLU Net Sink 2030.

"Saya juga memberikan perhatian khusus pada pemanfaatan lebih dari 46.000 hektare area hutan produksi yang tidak produktif yang hendaknya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan multi usaha kehutanan baik untuk hutan tanaman, jasa lingkungan, maupun lainnya. Sehingga setiap jengkal kawasan hutan dapat berfungsi sebagai penyerap emisi karbon," tutur Agus.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Aceh Mawardi menyampaikan Pemerintah Provinsi Aceh sangat mengapresiasi dan mendukung langkah pemerintah pusat yang sangat concern terhadap isu pengendalian perubahan iklim. Ia mengatakan pembangunan lingkungan serta berbagai upaya untuk menjaga serta melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan telah sejak lama menjadi salah satu prioritas pembangunan di Aceh.

"Pemerintah Aceh mendukung penuh rencana operasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 yang di launching pada bulan Maret yang lalu," sebut Mawardi.

Mawardi menambahkan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Aceh terkait upaya mengatasi krisis iklim,adalah dengan menerbitkan Surat Edaran Gubernur Aceh No. 630/7395 tanggal 15 Mei 2019 tentang pelaksanaaan Program Kampung Iklim di Provinsi Aceh yang ditujukan kepada para bupati dan walikota se-Aceh. Ia menuturkan pada tahun 2020 Proklim di Aceh meraih penghargaan Proklim Utama.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini akan terbangun satu kesepahaman dan kesamaan pandangan terkait upaya mitigasi perubahan iklim di Aceh, sehingga langkah implementasinya akan lebih mudah dijalankan di lapangan," ujar Mawardi.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan secara hybrid. Acara offline dilakukan di Aula Serbaguna Pemerintah Provinsi Aceh, dengan menghadirkan narasumber dari KLHK dan BRGM, dengan total peserta sekitar 300 orang baik yang hadir offline maupun online. Para peserta sosialisasi berasal dari Dinas Kehutanan Provinsi Aceh, UPT lingkup LHK di Provinsi Aceh, KPH di Provinsi Aceh, para Narasumber, Mitra KLHK, LSM terkait dan Media

Simak juga 'Australia Targetkan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca 43% di Tahun 2030':

[Gambas:Video 20detik]




(prf/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT