ADVERTISEMENT

SMPN 6 Bekasi Buka Suara soal Staf Lecehkan Siswa hingga Viral Didemo

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 14:16 WIB
Self defense, studio portrait of scared woman raising hands up in defense
Ilustrasi pelecehan (Foto: Getty Images/iStockphoto/triocean)
Bekasi -

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang staf salah satu sekolah di Bekasi, Jawa Barat, berujung pada demonstrasi. Pihak SMPN 6 Kota Bekasi buka suara.

Staf Humas SMPN 6 Kota Bekasi Alis Maryamah mengatakan terduga pelaku merupakan staf perpustakaan. Pelaku berinisial DP.

"Betul, inisial DP. Dia itu (kerja di SMPN 6 Kota Bekasi dari) 2013, bulan Februari kalau nggak salah honorer, 2019 diangkat sebagai pegawai TKK," ujar Alis Maryamah ketika dihubungi, Selasa (2/8/2022).

Alis mengatakan DP kerap mengirim video porno kepada korban-korbannya. Bahkan ada yang diminta buka baju saat video call.

"(Bentuk pencabulannya) berupa chat, ada dikirim video porno, terus ada permintaan video call minta buka baju, seperti itu, itu (keterangan) dari anak-anak. Saya baru menemukan seperti itu, ada juga yang dipegang tangannya, ada yang seperti dirangkul," jelas Alis.

Alis menjelaskan pelaku yang bertugas sebagai staf perpustakaan mendapatkan kesempatan mendekati korban saat tengah bertugas. Korban yang hendak meminjam atau mengembalikan buku, ucap Alis, akan didekati oleh DP.

Alis belum bisa memastikan apakah korban diiming-imingi sesuatu oleh DP. Namun, dari informasi yang beredar di SMPN 6 Kota Bekasi, jelas Alis, ada salah satu korban yang diberi pulsa Rp 100 ribu.

"(Jumlah korban ada belasan) lebih, kemarin saja 7 (korban) dengan alumni, barusan 4 (orang)," tutur Alis.

Saat ini, kata Alis, pihaknya masih mendata siswi-siswi yang menjadi korban pelecehan. Alis menjelaskan kini para korban mengalami ketakutan.

"Mereka takut kan. 'Kenapa kok nggak cerita sama Ibu?' katanya takut 'karena orangnya ada di sini'. Itu saja," sambungnya.

Alis mengatakan pihaknya akan bertindak tegas atas terjadinya kasus pelecehan ini. Namun SMPN 6 Kota Bekasi, tambah Alis, tak bisa memecat DP karena bukan kewenangannya.

"Kalau untuk pemecatan, itu bukan kewenangan sekolah karena sekolah itu nerima karena memang ada SK. Kalau itu diserahkan ke berwenang (Disdik Kota Bekasi). Kita merekomendasikan Saudara Terduga ini tidak di SMPN 6 lagi," lanjut Alis.

Klarifikasi Demo Siswa

Diketahui, sejumlah siswa disebut-sebut melakukan aksi demo di depan SMPN 6 Kota Bekasi. Alis mengatakan peserta yang demo hanya sekitar 20 orang.

Pendemo, ujar Alis, sebagian besar adalah alumni SMPN 6 Kota Bekasi. Sementara itu, siswa-siswa SMPN6 Kota Bekasi, yang terekam kamera, hanya melintasi pagar untuk pulang sekolah.

Namun, dalam keterangan video, tambah Alis, seakan-akan siswa-siswi SMPN 6 Kota Bekasi terlibat dalam demo.

"Yang demo yang berjaket, sweater, hanya 20 saja kali, ya," tutur Alis.

"Yang seragam putih biru, itu siswa kita yang pulang, itu jam pulang," lanjutnya.

Saat ini proses belajar mengajar di SMPN 6 Kota Bekasi tetap normal. Pelaku, tambah Alis, masih diperiksa di Polres Metro Bekasi Kota.

"Masih di Polres," jelasnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki membenarkan pelaku telah diamankan polisi. Namun Hengki belum menjelaskan lebih lanjut terkait status pelaku.

"Betul," singkat Hengki. Hengki menjawab pertanyaan wartawan betul tidaknya staf perpustakaan SMPN 6 Kota Bekasi diamankan pihak kepolisian.

Viral Didemo Siswa

Diketahui sebelumnya, video sejumlah siswa berkumpul di depan sekolah di daerah Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), viral di media sosial. Para siswa 'demo' memprotes kasus dugaan pelecehan yang terjadi di sekolah tersebut.

Dalam video yang beredar, tampak remaja berpakaian putih-biru berkumpul di depan gerbang sekolah. Disebutkan, para alumni SMPN di Kota Bekasi itu juga ikut serta dalam demo.

Simak juga Video: Terjadi Lagi! Aksi Pelecehan Seksual di TransJakarta

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT