ADVERTISEMENT

Pilu WNI Korban Penyekapan di Kamboja: Tak Digaji, Dipukul, Disetrum

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 11:28 WIB
Poster
Foto ilustrasi pemukulan. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Puluhan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di perusahaan investasi ilegal di Kamboja menjadi korban kekerasan yang sangat keji. Salah satu perwakilan korban pun menceritakan kekejaman yang sampai meninggalkan trauma tersebut.

Cerita sedih dari para pekerja migran di Kamboja ini disampaikan dalam acara jumpa pers virtual yang digelar Migrant Care, Senin (1/8/2022). Korban yang selamat hingga keluarga korban pun menceritakan pola kerja di perusahaan tersebut.

Salah satu korban yang berhasil selamat dan dipulangkan oleh pemerintah adalah Rio. Rio mengatakan bahwa di Kamboja memang banyak pekerja migran asal Indonesia.

"Sebut saja nama saya Rio, korban dari Kamboja. Memang di sana banyak pekerjanya orang Indonesia," kata Rio.

Rio pun bercerita mengapa ia tergiur bekerja di sana. Saat itu, ia dijanjikan jumlah gaji yang luar biasa. Namun ternyata janji itu palsu.

"Dijanjikan dengan gaji luar biasa, namun hasilnya nol," ungkapnya.

Dia lantas bercerita soal perlakuan keji perusahaan tersebut terhadap para pekerja migran. Para pekerja yang tak bisa mencapai target diperjualbelikan, dipukul, disetrum, hingga paspornya dibakar.

"Mereka yang tidak mencapai target, diperjualbelikan, dipukul, disetrum, ada yang sampai paspornya dibakar," tuturnya.

Akibat perlakuan tersebut, Rio mengaku sangat trauma.

"Masih traumalah pokoknya membayangkan kerja di sana," ucapnya.

Simak video '55 WNI yang Disekap di Kamboja Berhasil Diselamatkan':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT