ADVERTISEMENT

Zulhas Bicara Penentuan Capres-Cawapres 1 Jam Terakhir, Colek Mahfud

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 22:13 WIB
Zulkifli Hasan dilantik menjadi menteri perdagangan menggantikan M Lutfi. Sertijab jabatan Menteri Perdagangan dilakukan di Auditorium Gedung Utama Kamendag, Jakarta.
Zulkifli Hasan (Foto: dok. Kementerian Perdagangan)
Jakarta -

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan adanya 2 kandidat capres dan cawapres pada 2019 membuat terjadi polarisasi hingga ke desa-desa. Oleh karena itu, Zulhas mengatakan, PAN, Golkar, dan PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk mencegah polarisasi.

"Pengalaman menunjukkan kalau 2 kandidat itu terjadi pembelahan sampai ke desa-desa, walaupun capres sudah bersama-sama, saya juga jadi kabinetnya Pak Jokowi, tapi di bawah masih sampai ke desa-desa," kata Zulhas dalam acara launching Kanal Pemilu Terpercaya CNN Indonesia yang disiarkan CNN Indonesia TV, Senin (1/8/2022).

"Nah, oleh karena itu, kami di... saya mengambil inisiatif dan teman-teman Golkar dan PPP kita coba ini agar polarisasi ini tidak terlalu tajam. Oleh karena itu kita berharap 3 atau 4," imbuh Zulhas.

Zulhas menyebut tidak ingin berbicara soal capres dan cawapres saat ini. Menurutnya penentuan paslon itu di detik-detik terakhir.

Zulhas kemudian mencolek Menko Polhukam Mahfud Md. Mahfud sendiri juga hadir dalam acara tersebut.

"Kita tidak bicara capres, Pak, capres itu kita tahu, Pak Prof Mahfud punya pengalaman, capres itu sejam terakhir, 'iya kan Prof ya?' Sejam terakhir itu baru putus itu siapanya," katanya.

Menutur Zulhas, siapa saja bisa mencalonkan diri untuk maju Pilpres 2024. Dia kemudian menyinggung Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin hingga Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga hadir dalam acara itu.

"Nah, oleh karena itu, Indonesia, detik-detik akhir baru putus capresnya kan. Sekarang ada Cak Imin, ada AHY, ya semua boleh," katanya.

Lantas, bagaimana dengan capres dari KIB? Zulhas meminta semua pihak menunggu.

"Ya masing-masing, ada Pak Airlangga, ada Zulkifli Hasan ada Pak Arsul ya nggak apa-apa kan boleh, nanti ada realita, kita tunggu sejam detik-detik akhir itu," katanya.

(lir/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT