ADVERTISEMENT

Aktivis Perempuan Minta Polisi Tetap Usut Dugaan Pelecehan Brigadir J

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 21:12 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Ilustrasi Pelecehan (iStock)
Jakarta -

Pendiri Institut Perempuan, Valentina Sagala, mengatakan Polri harus tetap mengusut kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J kepada istri Irjen Ferdy Sambo. Kasus ini diketahui telah naik ke tahap penyidikan.

"Terkait dengan dugaan tindak pidana kekerasan seksual pelecehan seksual ini, menurut saya, pihak kepolisian tetap melakukan penyidikan," kata Valentina kepada wartawan pada Senin (1/8/2022).

Menurut Valentina, polisi bisa mengacu pada Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) Nomor 12 Tahun 2022. Dengan itu, polisi seharusnya segera mengungkap kasus ini secara tuntas agar ditemukan unsur keadilan.

"UU TPKS sudah mengatur pula substansi hukum acara, kiranya bisa dijalankan oleh penyidik agar kasus ini menemukan keadilan yang terang benderang. Kita tunggu bagaimana hasil penyidikan dari kepolisian," ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menarik kembali penyidikan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo dengan terlapor Brigadir J. Sebelumnya, perkara itu sempat dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut penarikan kembali itu demi menjaga efektivitas dan efisiensi penyidikan. Dia juga memastikan penyidik dari Polda Metro dan Polres Jaksel masih tergabung dalam tim penyidikan.

"Ya, dijadikan satu agar efektif dan efisien dalam manajemen sidiknya, namun penyidik PMJ, Jaksel tetap masuk dalam tim sidik," kata Dedi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (31/7).

Kendati demikian, Dedi tidak menjelaskan secara rinci kapan Bareskrim kembali menangani perkara tersebut. Dia memperkirakan penarikan itu dilakukan pada Sabtu (30/7) atau Jumat (29/7).

"Kemarin apa Jumat malam gitu," jelas Dedi.

(azh/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT