RS Jelaskan Viral Bayi Meninggal Diduga karena Ibu Dipaksa Lahiran Normal

ADVERTISEMENT

RS Jelaskan Viral Bayi Meninggal Diduga karena Ibu Dipaksa Lahiran Normal

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 17:16 WIB
Konferensi pers RSUD Jombang tentang ibu yang diduga dipaksa melahirkan normal hingga bayi meninggal
Konferensi pers RSUD Jombang tentang ibu yang viral diduga dipaksa melahirkan normal hingga bayi meninggal. (Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Viral bayi perempuan pasangan Yopi Widianto (26) dan Rohma Roudotul Jannah (29) meninggal disebut karena proses kelahiran normal dipaksakan oleh pihak RSUD Jombang, Jawa Timur. Manajemen rumah sakit pelat merah itu angkat bicara.

Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan (Yanmed) RSUD Jombang dr Vidya Buana mengatakan Rohma tiba di rumah sakit pada Kamis (28/7/2022), pukul 10.50 WIB. Perempuan asal Dusun Slombok, Desa Plemahan, Sumobito, Jombang, itu dirujuk oleh Puskesmas Sumobito karena indikasi keracunan kehamilan.

"Sesuai standar operasional, tentu kami lakukan pemeriksaan awal. Kondisi ibu baik dan sudah masuk fase aktif. Artinya, sudah ada pembukaan jalan lahir. Kepala bayi sudah masuk ke dasar panggul," kata dr Vidya saat jumpa pers di RSUD Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (1/8).

Dari pemeriksaan awal juga diketahui jalan lahir Rohma pada fase bukaan 7. Karena sudah terjadi pembukaan jalan lahir, lanjut dr Vidya, dokter spesialis kandungan saat itu memutuskan persalinan Rohma secara normal.

Seiring dengan keputusan persalinan secara normal, Vidya juga menyatakan bahwa observasi terhadap pasien terus dilakukan hingga pembukaan diketahui telah lengkap.

"Setelah pembukaan lengkap, tim kami melakukan pertolongan persalinan sampai kepala bisa lahir. Setelah itu terjadi kemacetan proses melahirkan, macet di pundak," terangnya.

Ketika terjadi kemacetan dalam persalinan Rohma, kata dr Vidya, berbagai upaya dilakukan untuk mengeluarkan bayi perempuan tersebut. Tiga dokter spesialis kandungan dikerahkan untuk menangani masalah persalinan pasien kala itu., yakni dr Iwan, dr Joko, dan dr Subur.

"Dilakukan terus pertolongan dengan berbagai macam upaya. Mulai dari manuver-manuver yang sudah dimiliki tim expert kami. Namun masih tetap macet," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini

Simak juga Video: Bayi Ditemukan Terbungkus Kain Dekat Bercak Darah di Tasikmalaya

[Gambas:Video 20detik]




(idh/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT