ADVERTISEMENT

Heboh Temuan di Depok, Muhadjir Jelaskan Penggantian Banpres Beras Rusak

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 16:52 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan penjelasan mengenai temuan beras berkarung-karung yang ditimbun di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Jika pernyataan JNE benar, Muhadjir menyebut beras tersebut merupakan bantuan presiden (banpres) yang rusak.

"Kalau pernyataan JNE itu benar, berarti beras yang rusak. Beras banpres yang rusak. Kenapa disebut banpres, karena itu sumber dananya adalah dari BUN untuk mengatasi krisis," kata Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/8/2022).

Muhadjir mengatakan waktu itu memang terjadi kerusakan beras yang cukup banyak. Hal itu disebabkan oleh pengangkutannya menggunakan bak terbuka sehingga terkena hujan.

"Waktu itu kita putuskan semua beras yang kena hujan tidak boleh dibagikan, baik yang masih dalam keadaan baik dan yang rusak tidak boleh dibagikan. Kenapa? karena mungkin yang waktu itu tampaknya baik, besoknya rusak. Beras itu kan sensitif dengan air," ujar Muhadjir.

Muhadjir mengatakan beras yang rusak itu harus segera diganti. Menurut dia, penggantian beras itu paling lambat dua hari.

"Siapa yang bertanggung jawab. Yang bertanggung jawab adalah transporter dan bulog. Jadi kalau ada beras rusak itu adalah tanggung jawab pihak transporter. Benar kalau itu JNE itu betul-betul menjadi transporter itu kalau JNE yang melakukan itu benar," ujar Muhadjir.

Namun perihal apakah beras yang rusak itu ditimbun, Muhadjir mengatakan hal itu merupakan kewenangan transporter. Namun yang pasti, kata Muhadjir, setiap barang yang rusak pasti akan diganti.

"Soal itu ditimbun itu urusan dia, bukan urusan kemensos, karena beras yang rusak itu sangat mungkin sudah diganti. Saya tidak tahu apakah masih ada yang tidak diganti, saya kira tidak. Karena betul-betul kita kawal sampai delivered sesuai pesan pak presiden. Jangan hanya dikirim tapi harus tersampaikan," imbuh Muhadjir.

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan, jika terjadi kerugian saat penyaluran beras tersebut, hal itu ditanggung perusahaan pengirim.

"Ditanggung perusahaan pengirim, transporter," kata Muhadjir.

Muhadjir Kirim Tim

Muhadjir mengatakan saat ini tim masih mengusut temuan beras berkarung-karung yang ditimbun di Depok itu. Tim terdiri dari berbagai instansi.

"Mereka masih ada di lapangan, dan sudah ada dari polri, sekarang irjen Kemensos, deputi 1 Kemenko PMK dan kepolisian sudah turun kelapangan," ujar Muhadjir.

Penjelasan JNE

Pihak JNE sebelumnya buka suara. Beras yang dikubur disebut sudah sesuai dengan prosedur.

VP of Marketing JNE Express Eri Palgunadi mengatakan temuan beras bansos di Depok merupakan barang rusak. Disebut Eri tak ada pelanggaran di sana.

"Terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak," papar Eri dalam keterangan resminya, Minggu (31/7/2022).

Eri mengatakan tindakan itu sudah sesuai perjanjian di antara kedua pihak. Pihaknya juga berkomitmen mengikuti hukum yang berlaku apabila diperlukan.

"Sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak. JNE selalu berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku apabila diperlukan," sambungnya.

(knv/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT