Pengacara Istri Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis, mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) hari ini. Ia datang bersama rombongan dengan menggunakan mobil.
Pantauan detikcom di kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (1/8/2022), rombongan hadir pukul 13.54 WIB. Arman Hanis memakai jas abu-abu bergegas turun dari mobil yang selanjutnya masuk ke gedung LPSK. Mereka datang dengan mobil yang berbeda.
Tak ada sepatah kata pun dilontarkan Arman Hanis. Dia langsung bergegas masuk ke kantor LPSK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu mobil Toyota Alphard bahkan sempat menghindar dari kejaran wartawan dengan berputar dua kali di gedung LPSK. Mobil pun berhenti di pintu LPSK bagian samping.
Belum dapat dipastikan apakah mobil Toyota Alphard itu berisi istri Irjen Ferdy Sambo. Tim LPSK menyebut sudah menyampaikan undangan asesmen kepada yang bersangkutan.
"Saya belum tahu apakah beliau (Istri Irjen Ferdy Sambo) hadir hari ini atau tidak. Kami sudah sampaikan undangan untuk melakukan asesmen kepada beliau, tetapi saya belum tahu apakah jadi hadir atau tidak. Sepertinya iya (undangan untuk hari ini," papar Wakil Ketua LPSK Susilaningtias kepada detikcom.
Sebelumnya, istri Irjen Ferdy Sambo dijadwalkan melakukan asesmen atau penilaian psikologis pada Rabu (27/7). Namun asesmen itu batal karena kondisi psikologis istri Irjen Ferdy Sambo disebut masih terguncang.
"Yang Ibu P ada surat dari kuasa hukumnya menyatakan Ibu P belum bisa memenuhi undangan karena situasi psikologisnya masih terguncang," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi, Kamis (28/7).
Baku Tembak di Rumah Irjen Ferdy Sambo
Baku tembak antara Brigadir Yoshua dan Bharada E terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sore. Baku tembak itu menewaskan Brigadir Yoshua.
Polisi menyebut baku tembak diawali dugaan pelecehan oleh Brigadir Yoshua terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Brigadir Yoshua merupakan personel kepolisian yang ditugaskan sebagai sopir istri Ferdy Sambo.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya.
Dugaan pelecehan itu disebut membuat istri Ferdy Sambo berteriak. Teriakan itu kemudian didengar Bharada E yang bertugas sebagai pengawal Irjen Ferdy Sambo. Bharada E pun bertanya tentang apa yang terjadi namun direspons dengan tembakan oleh Brigadir Yoshua.
Brigadir Yoshua dan Bharada E kemudian disebut terlibat baku tembak. Brigadir Yoshua tewas dalam baku tembak.
Kasus ini baru diungkap ke publik tiga hari kemudian atau Senin (11/7/2022). Sejumlah pihak, dari Menko Polhukam Mahfud Md hingga Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto, menilai ada kejanggalan dalam kasus ini.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Selain itu, Komnas HAM dan Kompolnas ikut mengusut sebagai tim eksternal.