Survei LIPI:
Daerah Kurang Siap Hadapi Bencana
Rabu, 21 Jun 2006 17:21 WIB
Jakarta - Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencengangkan. Daerah-daerah yang sebelumnya pernah mengalami bencana seperti gempa bumi tetap belum siap mengantisipasi kemungkinan datangnya bencana serupa.Hal itu didasarkan hasil penelitian LIPI selama 10-15 hari serentak di Aceh Besar, Bengkulu dan Padang pada tanggal 16-30 April 2006 dengan 6.200 responden."Kami ingin melihat apakah mereka yang sudah pernah terkena bencana sudah bisa belajar dari pengalaman untuk kesiapsiagaan datangnya bencana kembali," kata pengamat Ekologi dan Sosial Ekonomi LIPI Deny Hidayati saat jumpa pers di Balai Kartini, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (21/6/2006).Sebagai sumber paramater kesiapsiagaan di 3 daerah tersebut LIPI melihat dari segi pengetahuan, kebijakan pemerintah, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, dan kemampuan memobilisasi sumber daya."Kita meneliti di 4 objek masyarakat, pemerintah, sekolah-sekolah dan lembaga masyarakat seperti karang taruna, LSM, PMI, swasta dan kelompok profesi," ungkap dia.Deny menjelaskan, untuk daerah Aceh Besar dan Bengkulu, masuk dalam kategori kurang siap dalam mengantisipasi bencana. Sedangkan untuk Padang masuk kategori hampir siap menghadapi bencana dilihat dari kebijakan pemerintah setempat dengan telah mempersiapkan peta bahaya dan peta evakuasi."Sebenarnya hal ini tergantung dari kesadaran masyarakat sendiri. Balik ke mereka. Namun kami telah melakukan latihan kesiapsiagaan di 3 daerah tersebut pascabencana," ujar dia.
(san/)











































