Koordinasi Bantuan di Bulukumba Masih Amburadul
Rabu, 21 Jun 2006 14:49 WIB
Bulukumba - Keadaan mulai terkendali setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Meski demikian, penyaluran bantuan masih berantakan."Koordinasi belum maksimal. Untuk itu kami meminta camat dan lurah segera melaporkan kerugian apa yang diderita, dan apa kebutuhannya," ungkap Kasubbid Humas Pemkab Bulukumba M Daud Kahal kepada detikcom, Kamis (21/6/2006).Selain respons aparat birokrasi yang lamban, masih banyak juga masyarakat yang melaporkan sendiri ke Pemkab Bulukumba. Akibatnya data kerugian akibat banjir menjadi simpang siur."Kami imbau mereka agar laporan sebaiknya melalui aparat pemerintah setempat supaya terkoordinir dengan baik," jelas Daud.Informasi bencana Pemkab Bulukumba dipusatkan di Badan Informasi Pemkab Bulukumba. Mereka menghimpun informasi yang dilaporkan dari setiap kecamatan.Menurut Daud, pihaknya belum melakukan rekapitulasi bantuan yang sudah diterima. Beberapa bantuan yang sudah masuk dan disalurkan antara lain 500 dus mie instan, 2,5 ton beras, dan ratusan dus air mineral.Bantuan yang diterima berasal dari masyarakat, Pemkab Bulukumba, Pemprov Sulsel, instansi, dan pengusaha. "Kita masih mengharapkan bantuan dari masyarakat dan pemerintah pusat, karena sumber daya kita terbatas," katanya.Meski banjir dan longsor menghajar kabupaten ini, namun hubungan listrik dan telepon di Bulukumba tidak terputus. Akses dengan Kabupaten Bantaeng tetap lancar, namun jalan menuju Kabupaten Sinjai sempat terputus akibat hanyutnya ratusan pohon.
(fay/)











































