ADVERTISEMENT

Steam-PayPal Diblokir, Giring: Hambat Perkembangan E-Sport!

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 21:29 WIB
Plt Ketua Umum (Ketum) PSI Giring Ganesha berdebat panas dengan mantan Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha Ungu di Instagram. Debat panas tersebut dipicu unggahan Giring yang mengkritik penanganan banjir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Lalu bagaimana hubungan keduanya saat ini?
Giring Ganesha (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Jakarta -

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Kementerian Kominfo RI segera membuka blokir Steam-PayPal dan beberapa game online yang banyak dimainkan di Indonesia. PSI menilai pemblokiran ini bertentangan dengan program Presiden Jokowi yang ingin memperkuat industri kreatif.

"Pemblokiran yang dilakukan Kominfo hari ini menghambat perkembangan e-Sports di Indonesia dan mengganggu insan-insan kreatif kita yang menerima pembayaran menggunakan PayPal," kata Ketua Umum PSI Giring Ganesha dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/7/2022).

Giring yang menjadi Ketua Panitia Piala Presiden eSport 2019 dan 2020 ini mengungkapkan, tindakan Kominfo membuat marah komunitas game Indonesia. Dia menyebut tindakan itu menghilangkan pekerjaan para atlet dan tim e-Sport.

"e-Sport ini bukan sekedar permainan, tapi sudah menjadi rezeki untuk banyak orang. Ada atlet dan tim yang bisa kehilangan pekerjaannya jika Kominfo terus memblokir game-game itu," ungkap Giring.

Menurut Giring, pemblokiran platform pembayaran PayPal juga membuat para pekerja kreatif Indonesia kesulitan menerima pembayaran dari luar negeri.

"Kebanyakan freelancer kita di Industri kreatif menggunakan PayPal untuk menerima pembayaran dari luar negeri. Jangan sampai ada insan kreatif yang kehilangan pendapatan di tengah perjuangan kita keluar dari krisis akibat pandemi," ujarnya.

Giring menyesalkan perlakuan berbeda yang diterapkan Kominfo dengan PSE-PSE raksasa seperti Google, Meta, atau Twitter. Menurutnya, Kominfo menunggu Google-Twitter hingga waktu terakhir sedangkan PSE e-Sport tidak begitu.

"Tampak sekali ada perbedaan. Kalau PSE-PSE raksasa ditunggu hingga last minute, bahkan kalau perlu tenggat waktunya diperpanjang," kata Giring.

Giring lantas mengusulkan revisi Permen Kominfo Nomor 5 tahun 2020. Menurutnya, dasar pemblokiran PSE tidak bisa diterapkan secara adil, dan justru merugikan industri kreatif Indonesia.

"Tujuan Permen ini kan untuk kepentingan nasional. Kalau malah merugikan industri kreatif kita, saya usulkan untuk direvisi saja," kata Giring.

Diketahui, sejak 30 Juli 2022 pukul 00.00 WIB, Kominfo memblokir beberapa Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang belum melakukan pendaftaran, di antaranya permainan daring Dota, Counter Strike, Origin, dan platform distribusi game Epic dan Steam. Selain itu, Kominfo juga memblokir Yahoo dan platform pembayaran PayPal.

(eva/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT