Minta Biaya Akte Gratis, Ibu-ibu Demo DPRD Surabaya
Rabu, 21 Jun 2006 12:00 WIB
Surabaya -
Biaya akte kelahiran anak dinilai makin membebani warga Surabaya. Sambil menggendong buah hatinya, 50 ibu demo di DPRD Surabaya menuntut pembuatan akte digratiskan.Aksi digelar di Gedung DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Rabu (21/6/2006).Aksi ini diikuti oleh Paguyuban Warga Spernkali Surabaya dan Kelompok Tabungan Surabaya. Aksi yang diikuti ibu-ibu ini berlangsung damai. Para ibu ada yang menggendong dan menggandeng anak mereka yang masih balita."Fakta di lapangan, biaya pengurusan akte kelahiran bisa lebih besar. Misalnya, Ibu Sodia saat mengurus akte kalahiran cucunya harus mengeluarkan biaya Rp 50 ribu," kata Nur Rofiah, koordinator Kelompok Tabungan Surabaya dalam orasinya.Menurut dia, pembuatan akte kelahiran kolektif pun dimintai biaya yang besar. Petugas kelurahan dan kecamatan memungut biaya Rp 5.000 per anak untuk membuat surat pengantar."Mereka tidak mau memberikan tanda terima ketika diminta warga," ujarnya.Beban warga bertambah berat dengan adanya kebjiakan Pemkot Surabaya yang mengharuskan pembuatan akte kelahiran juga disertai penyerahan 1 pohon dengan biaya Rp 10 ribu. Hal ini menyusul digalakkannya gerakan 1 jiwa 1 pohon.Saat demo berlangsung, Pansus DPRD Surabaya tengah menggodok usulan Pemkot Surabaya agar Perda 3/2000 tentang pembuatan akte direvisi.Perda itu menyebutkan pembuatan akte kelahiran Rp 8 ribu bagi anak pertama dan kedua. Anak ketiga dan seterusnya Rp 12 ribu.Sementara itu, DPRD Surabaya telah mengusulkan perubahan biaya pembuatan KTP yang semula Rp 2.500 menjadi Rp 10.000, biaya akte perkawinan bagi WNI dari Rp 40 ribu menjadi Rp 150 ribu.
(aan/)










































