ADVERTISEMENT

Polda Metro Sebut Tawuran dan Balap Liar di Jakarta Menurun Tajam

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 29 Jul 2022 15:24 WIB
Roy Suryo ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama oleh Polda Metro Jaya. Dia terjerat kasus meme stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden Jokowi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (A Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebut angka kasus tawuran dan balap liar di DKI Jakarta dan sekitarnya menurun tajam. Menurutnya, hal ini disebabkan adanya program street race dan juga 'Ada Polisi'.

"Memang akhir-akhir ini angka kejadian akibat tawuran dan balap liar di Polda Metro menurun tajam sejak adanya program ini. Balap liar ada 'Street Race', tawuran dengan ada program 'Ada Polisi'," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jumat (29/7/2022).

Zulpan menyebut pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani permasalahan yang ada. Dalam hal ini polisi memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas.

"Jadi Polda Metro saat ini sesuai kebijakan bapak Kapolda, kita sudah memiliki program 'Ada Polisi'. Di mana dalam program ini mengedepankan peran dari kepolisian mulai Polsek, Polres dengan mengedepankan Bhabinkamtibmas. Kita di sini sudah bisa memetakan dua hal yang menjadi sasaran utama, yaitu balap liar dan tawuran antar kelompok," jelasnya.

Zulpan menambahkan pihaknya juga telah memiliki orang yang tergabung dalam suatu kelompok yang diduga erat kaitannya dengan kasus tawuran maupun balap liar, sehingga para pelaku dapat di-profiling dengan mudah.

"Kita sudah memiliki data semuanya, sehingga dengan data yang kita miliki ini, kita bisa profiling siapa kelompok kelompok ini baik ketua, anggota, kemudian apa visi misi kelompok kita sudah tahu. Kita juga sudah melibatkan unsur terkait dinas pendidikan, tokoh agama, termasuk dengan tokoh pemerintah setempat, lurah, camat, dan sebagainya," imbuhnya.

Bukan hanya berfokus pada pelaku, pihak kepolisian dalam hal ini juga berkoordinasi dengan orang tua. Sebab masih banyak orang tua yang tidak mengetahui anak mereka tergabung dalam kelompok tersebut. Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menindak tegas remaja yang terlibat, bahkan dalam hal ini dikeluarkan dari sekolah.

"Tim turun langsung bukan hanya mendatangi pelaku, tetapi mendatangi orang tua. Memberikan pemahaman kepada orang tua. Karena orang tua banyak yang nggak tahu kalau anak nya masuk geng. Di situ kita sampaikan kenapa libatkan pihak sekolah dan guru. Karena di situ ada ancaman yang diberikan apabila mengulangi kejahatan tawuran, maka sekolah juga bisa mengeluarkan yang bersangkutan," jelasnya.

Zulpan menegaskan hal tersebut dilakukan sesuai arahan Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran untuk mencegah terjadi kejadian serupa nantinya. Sebab, dia menilai, pencegahan lebih baik dibandingkan penanganan.

"Satu lagi yang penting moto Polda Metro yang dibangun bapak Kapolda Metro Jaya mengungkap satu kejahatan adalah suatu keberhasilan. Tetapi yang lebih penting, mencegah kejahatan bagi kami PMJ adalah suatu kemuliaan. Itu yang kita kedepankan sehingga dengan tindakan kepolisian agar tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini," pungkasnya

Simak juga 'Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Tawuran Maut di Cipondoh':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT