Banjir Bandang Sulsel Akibat Penyimpangan Cuaca
Rabu, 21 Jun 2006 10:30 WIB
Jakarta - Banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah diguyur hujan lebat selama 2 hari. Bencana alam ini merupakan penyimpangan cuaca."Ada penyimpangan kalau dari segi cuaca. Jarang terjadi hujan 2 hari nonstop dengan intensitas tinggi," ujar prakirawan cuaca BMG Ahmad Zakir, saat dihubungi detikcom, Rabu (21/6/2006).Menurut Ahmad, semestinya di daerah Sulsel mulai memasuki musim kemarau. Walaupun kemarau kali ini akan disertai hujan, namun intensitasnya tidak akan tinggi.Dia menambahkan, banjir bandang terjadi akibat angin timur yang bertiup dari Mei sampai September. Angin ini membentuk gelombang timuran yang mengaktifkan efek bendung saat melewati jajaran pegunungan di Sulsel."Oleh karena itu hujan yang terjadi, jatuh di sebelah timur pegunungan," jelasnya.Namun Ahmad menjelaskan angin timur tidak selalu membentuk gelombang timuran, dan gelombang ini tidak selalu membentuk hujan lebat seperti yang kini terjadi. Semua ditentukan kondisi atmosfer saat gelombang ini muncul."Ini gangguan sesaat saja, peluangnya kecil untuk terjadi. Dalam satu dua hari mendatang, cuaca akan membaik," jelasnya.
(fay/)











































