Diterjang Banjir Bandang, Ekonomi Bantaeng Lumpuh

Diterjang Banjir Bandang, Ekonomi Bantaeng Lumpuh

- detikNews
Rabu, 21 Jun 2006 09:35 WIB
Bantaeng - Banjir bandang melanda beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Sarana dan parasana seperti jembatan dan jalan negara yang menghubungkan antardaerah rusak parah. Akibatnya transportasi untuk mengangkut berbagai kebutuhan pokok terganggu. "Perputaran ekonomi susah, jadi kemungkinan harga menjadi tidak tetap bahkan harga sembako kemungkinan akan meningkat," kata Bupati Bantaeng Asikin Sultan saat dihubungi detikcom, Rabu (21/6/2006).Dia sudah meminta kepada Gubernur agar jalan negara tersebut segera diperbaiki. "Kita mencoba menggunakan jalur alternatif tapi hanya mampu dilewati kendaraan yang beratnya di bawah tonase 10 ton," ujarnya.Kondisi ini menyebakan antrean kendaraan yang panjang, karena mobil beroda 10 dan memiliki berat di atas 10 ton harus membongkar muatan terlebih dahulu. "Sampai saat ini jalan dan jembatan itu belum diperbaiki. Kita minta kepada Gubernur agar perbaikan tidak terlalu lama," imbuhnya.Selain itu banjir bandang juga mengakibatkan sarana komunikasi lumpuh. Asikin saat dihubungi mengaku telepon selulernya adalah satu-satunya alat komunikasi yang bisa digunakan."Semua aliran dan telepon putus. Ada beberapa tiang listrik yang ikut rusak," tuturnya.Beberapa lokasi pengungsian didirikan di 3 titik yakni Masjid Syekh Abdul Gani Bantaeng ada 400 warga, SD Lemban Cina ada 200 warga, dekat kantor Kelurahan Marilik dan Maralaka ada sekitar 200 orang. Sedang sisanya mengungsi ke rumah-rumah tetangga atau kerabat yang bisa digunakan."Hujan sudah mulai berhenti, warga sudah mulai melakukan pembersihan," cetus Asikin.Asikin menjelaskan kerusakan di Kabupaten Bantaeng yang telah terdata. Tercatat alat laboratorium sekolah yang dibiayai APBD Pemda di 4 sekolah di antaranya di SD Latipung dan SMP Negeri 1 Bantaeng hancur. Selain itu 400 rumah dan 4 jembatan hancur."Sawah yang baru ditanam 2 minggu seluas 250 hektar juga ikut rusak," urainya.Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Luwu Utara, Bone dan Jeneponto diterjang banjir bandang dengan ketinggian air mencapai 1 meter pada tanggal 20 Juni dinihari setelah hujan deras 3 hari berturut-turut. Satkorlak Sulawesi Selatan mencatat 58 orang tewas dan puluhan lainnya dinyatakan hilang. (ndr/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads