ADVERTISEMENT

Kolom Hikmah

Sejarah

Aunur Rofiq - detikNews
Jumat, 29 Jul 2022 07:57 WIB
Aunur Rofiq
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfaraby/detikcom
Jakarta -

Sejarah merupakan salah satu disiplin ilmu yang penting. Bahkan penelitian mengenai valid atau tidaknya suatu cerita dalam sejarah masih selalu dikembangkan. Betapa tidak, sejarah merupakan aset berharga yang dimiliki oleh setiap bangsa, suku maupun agama.

Dengan mempelajari sejarah, kita bisa mengetahui apa saja yang terjadi pada masa lalu. Sehingga kita bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari setiap kejadiannya. Yang kemudian setiap hikmah tersebut kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sejarah yang bernuansa positif harus kita lanjutkan dan kembangkan, sedangkan sejarah yang bernuansa negatif harus kita tinggalkan supaya tidak menimbulkan keburukan yang lebih besar lagi.

Mari kita simak firman Allah Swt. pada surah Yusuf ayat 111 yang berbunyi, " Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi dan umat mereka) itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (sehat). al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. "
Dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari kisah para Nabi merupakan tuntunan kehidupan, oleh karena itu jadilah seorang hamba yang berakal sehat.

Kitab suci Al-Qur'an yang membawa kisah-kisah tersebut, bukanlah suatu cerita yang dibuat-buat dan diada-adakan, tetapi adalah wahyu yang diturunkan Allah Swt. dan mukjizat yang melemahkan tokoh-tokoh sastra ulung ketika ditantang untuk menyusun yang seperti itu. Kisah-kisah itu diberitakan dari nabi yang tidak pernah mempelajari buku-buku dan tidak pernah bergaul dengan ulama-ulama cerdik pandai. Bahkan kitab Suci Al-Qur'an itu membenarkan isi kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya, seperti kitab Taurat, Zabur, dan Injil, yang asli tentunya, bukan yang sudah ditambah dengan khurafat dan lain-lain hal yang tidak lagi terjaga kemurniannya. Dalam kitab suci Al-Qur'an diuraikan dengan jelas perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, janji-janji dan ancaman-Nya, sifat kesempurnaan yang wajib bagi-Nya dan suci dari sifat-sifat kekurangan dan hal-hal yang lain.

Islam juga mempunyai sejarah panjang. Mulai dari sejarah penciptaan dunia, penciptaan manusia, sejarah zaman kenabian, sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. atau yang sering kita kenal dengan Sirah Nabawiyah sampai sejarah tonggak kekhalifahan setelah wafatnya Nabi Muhammad. Bahkan dikatakan bahwa Al-Quran, kitab sucinya umat Islam ini 2/3 isinya adalah sejarah. Sejarah yang berisi tentang kisah-kisah terdahulu dari zaman penciptaan tadi sampai menceritakan kenabian.

Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang mau membacanya dengan penuh kesadaran dan yang mau meneliti dan mendalami isinya. Al-Qur'an juga akan membimbing mereka ke jalan yang benar dan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Quran adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang membenarkan dan mempercayai serta mengamalkan isinya, karena iman itu ialah ucapan yang dibenarkan oleh hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan.

Dalam Kitab-Nya memberikan petunjuk bahwa umat manusia harus memperhatikan pengalaman orang-orang masa lalu. Artinya kita diperintah untuk mempelajari sejarah. Mengapa ? Karena sejarah merupakan cermin masa lalu untuk dijadikan pedoman bagi masa kini dan masa depan. Disini bukan mengagungkan kejayaan masa lalu dan menikmatinya, namun kita mengambil keteladanan dan melalui sejarah akan mengenal siapa diri ini. Sejarah juga bermanfaat untuk memahami secara lebih tepat atas sumber-sumber Islam. Penafsiran ayat-ayat dalam Al-Qur'an diperlukan pengetahuan sebab-sebab turunnya ( Asbab al-Nuzul ) dan untuk menilai hadis diperlukan pengetahuan latar belakang terbitnya ( Asbab al-Wurud ) dan riwayat hidup para perawinya ( Rijal al-Hadis ). Tidak kalah pentingnya adalah kita diperintahkan untuk meneladani Rasulullah Saw. karena Beliau adalah panutan terbaik ( Uswatun Hasanah ).

Disamping itu diperkuat dengan kisah-kisah para kekasih Allah Swt. Abu Hanifah al-Nu'man ( Imam Fiqih Mazhab Hanafi ) biasa berkata, " Aku lebih mencintai hikayat tentang para kekasih Allah Swt ( auliya' ) dan keindahan akhlak mereka daripada membicarakan banyak masalah fiqih. Karena mereka itu layaknya ' sosok-sosok pendidik' bagi masyarakat. Ini diperkuat dengan firman-Nya pada surah Hud ayat 120 yang berbunyi, " Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu ; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran dan pengajaran serta peringatan bagi orang-orang yang beriman.

Menjadi sangat penting bagi anak-anak kita atau generasi muda muslim agar mengetahui Sejarah Islam yang nantinya menjadi cermin dan teladan para tokohnya. Mendidik dan mengkader para pemimpin masa depan, tidaklah elok mengesampingkan sejarah negeri dengan para tokohnya. Semoga tercipta para pemimpin yang paham dan menghayati dirinya berlandaskan dari akarnya.

Aunur Rofiq

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP 2020-2025

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia)

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggungjawab penulis. (Terimakasih - Redaksi)

Simak juga 'Surya Paloh: Politik Identitas Tak Selalu Negatif Dalam Sejarah':

[Gambas:Video 20detik]



(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT