ADVERTISEMENT

Brantas Abipraya Raih Penghargaan Zero Accident di Proyek WWTP B1 Jambi

Hanifa Widyas - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 17:40 WIB
Brantas Abipraya Raih Penghargaan Zero Accident
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) raih penghargaan Zero Accident dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Gubernur Provinsi Jambi. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris kepada QHSE Manager Proyek WWTP B1 Jambi Brantas Abipraya Taufik Aulia Usman.

Diketahui, penghargaan tersebut diberikan atas prestasi PT Brantas Abipraya dalam menerapkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Proyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah di Jambi atau Wastewater Treatment Plant in Jambi (WWTP B1 Jambi).

"Pencapaian ini merupakan buah hasil dari kolaborasi para Insan Abipraya di proyek dalam komitmen menjalankan K3 di lingkungan kerja khususnya di proyek. Apalagi saat pandemi COVID-19, lingkungan sekitar Brantas Abipraya harus menjalankan protokol kesehatan COVID-19 dengan ketat, hal ini dilakukan agar produktivitas proyek tetap terjaga," ungkap General Manager Divisi Operasi 3 Brantas Abipraya Ince Suil Febryan Maula dalam keterangan tertulis, Kamis (28/7/2022).

Feby menambahkan Brantas Abipraya sangat serius mengimplementasikan budaya K3 sebagai pondasi utama. Hal tersebut diterapkan guna mencapai kinerja K3 berkelas dunia yang menjadi tolak ukur tingkat kematangan Budaya K3 (Safety Culture Maturity Level) perusahaan.

Terbukti, lanjutnya, program K3 yang dicanangkan sejak 2015 ini menghasilkan sederet penghargaan K3 yang berhasil diraih PT Brantas Abipraya. Salah satunya terjadi pada tahun ini, di antaranya penghargaan platinum untuk Kantor Pusat Brantas Abipraya di kategori Zero Accident dan kategori P2 COVID-19; penghargaan gold untuk Proyek Rusun Cakung Barat; dan penghargaan gold untuk Proyek Sodetan Museum Bahari.

Pada kesempatan yang sama, Manager QHSE Divisi Operasi 3 Brantas Abipraya Andrik Abadi Kurniawan mengatakan Brantas Abipraya memiliki standar K3 yang sangat tinggi dalam setiap proyek. Standar tersebut, imbuhnya, digunakan untuk memastikan keselamatan setiap pekerja.

Adapun para pekerja dipastikan memiliki pengetahuan dan skill K3 sesuai standar nasional Peraturan Pemerintah (PP) nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan standar internasional ISO 45001 & 14001 agar setiap proses pelaksanaan dapat dilakukan mitigasi risiko secara dini.

Menyambung penjelasan Andrik, Febry juga mengatakan awal tahun ini Brantas Abipraya berhasil mengantongi penghargaan WSO Indonesia Safety Culture Award 2022 (WISCA) dari World Safety Organization Indonesia untuk kategori Pengimplementasian Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) berkelas Dunia dengan capaian level empat (gold).

"Brantas Abipraya sangat serius dalam menerapkan budaya K3, hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Behavior Based Safety (BBS) baik di lingkungan kantor maupun proyek, apalagi pada masa pandemi saat ini. BBS merupakan upaya pencegahan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja yang berfokus pada perilaku berbahaya yang menyebabkan terganggunya proses produksi. Semoga dengan adanya penghargaan K3 ini dapat meningkatkan motivasi Insan Abipraya untuk dapat menerapkan K3 lebih baik lagi," tutup Febry.

Sebagai informasi, proyek konstruksi WWTP B1 Jambi ini mulai dikerjakan pada Desember 2020 dan ditargetkan tuntas pada Desember 2022. Selanjutnya, akan dilakukan uji coba sistem mulai dari tahun 2023-2024.

Keberadaan WWTP ini nantinya dapat bermanfaat untuk pengolahan air limbah dan meningkatkan pelayanan air limbah domestik dengan sistem terpusat pada kawasan perkotaan. Dengan demikian, keberadaan WWTP B1 Jambi ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menjaga kualitas air tanah, air permukaan dan air baku, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Simak juga 'Orang Tua Bella Shofie Kecelakaan di Jambi':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT