ADVERTISEMENT

YLBHI Minta Kebenaran Diungkap Seluas-luasnya di Kasus Brigadir J

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 15:12 WIB
Kuasa hukum Jumhur Hidayat, M Isnur ( Isal Mawardi / detikcom)
Foto: Ketua YLBHI, M Isnur. ( Isal Mawardi / detikcom)
Jakarta -

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), M Isnur, menilai positif respons Polri terhadap permintaan keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Seperti diketahui, dalam proses kasus Brigadir J, pengacara keluarga mendesak sejumlah hal kepada Polri.

Desakan pengacara keluarga Brigadir J antara lain penonaktifan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi, autopsi ulang jenazah Brigadir J, hingga upacara kedinasan Polri saat jenazah Brigadir J dikebumikan lagi hari ini.

"Ada progres, itikad akomodatif ya. Itu hal yang wajar dalam proses pengungkapan. Tentu hal yang positif ketika kehendak atau dorongan dari keluarga korban dan masyarakat sipil itu diterima dan dilakukan kepolisian," kata Isnur kepada wartawan, Rabu (27/7/2022).

Isnur mendorong Kapolri dan tim khusus bentukannya untuk mengungkap sejujur-jujurnya peristiwa di balik penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Jika ditemukan bukti pidana, Insur mendesak oknum yang terlibat dibawa ke muka pengadilan.

"Penting bagi Kapolri dan Komnas HAM yang sudah membentuk tim, membuka sebenar-benarnya. Dan ketika ada dugaan peristiwa yang sebenar-benarnya terjadi, harus dibawa ke ranah pidana agar terangnya perkara," ujar Isnur.

Isnur mengatakan kepercayaan publik pada Polri dipertaruhkan di kasus penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Apalagi, tambahnya, masyarakat selama ini merasa sulit mencari keadilan.

"Nah ini menjadi pertaruhan. Selama ini masyarakat sangat sulit mencari keadilan. Nah ini pertaruhan juga apakah kepolisian bisa mengungkapkan adanya kekerasan atau penyiksaan di sana. Penting bagi kepolisian mengungkap yang sebenar-benarnya, agar apa? Agar kita percaya polisi, agar masyarakat bisa mempercayai polisi," tutur Isnur.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT