Ada yang Ngadu ke Ganjar, Puluhan WNI Dikabarkan Disekap di Kamboja

ADVERTISEMENT

Ada yang Ngadu ke Ganjar, Puluhan WNI Dikabarkan Disekap di Kamboja

Antaranews - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 12:05 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Banyumas, Senin (18/7/2022).
Ganjar (Foto: dok. Pemprov Jateng)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menerima aduan terkait dugaan penyekapan terhadap puluhan warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja. Laporan itu disampaikan melalui akun Instagram Ganjar.

Warganet yang mengadukan itu adalah pemilik akun @angelinahui97, yang melaporkan terkait adanya penyekapan terhadap 54 WNI di Kamboja. Melalui unggahan itu, dia meminta tolong kepada Ganjar Pranowo agar segera dibantu.

Setelah menerima pengaduan itu, Ganjar meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng melakukan pengecekan.

"Segera cek @nakertrans.provjateng," perintah Ganjar seperti dilansir Antara, Kamis (28/7/2022).

Perintah Ganjar itu langsung ditindaklanjuti Disnakertrans Provinsi Jateng dengan mengecek ke pihak terkait. Para WNI itu diduga mengalami penipuan.

"Kami langsung menindaklanjuti laporan itu dan mendapat informasi dari WNI atas nama Mohammad Effendy. Dia mewakili 54 WNI yang bekerja di negara Kamboja yang diduga mengalami penipuan penempatan tenaga kerja dan diduga terjadi tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," kata Kepala Disnakertrans Provinsi Jateng Sakina Rosellasari.

Sakina menyebut para WNI di Kamboja itu dijanjikan bekerja sebagai operator, petugas call center, dan bagian keuangan. Akan tetapi, lokasi penempatan tidak sesuai dengan kesepakatan.

"Modus pemberangkatan secara 'unprosedural' dengan menggunakan agensi perseorangan dengan setiap WNI yang berangkat dengan agensi berbeda. Menurut Informasi dari yang bersangkutan bahwa dimungkinkan dalam tiga hari ke depan akan diperdagangkan," ujarnya.

Kemudian, Disnakertrans Jateng melakukan koordinasi dengan Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Direktorat Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

"Kami terus pantau perkembangan kasus ini dan berharap bisa segera ada perkembangan terbaik," katanya.

Selain itu, Sakina mengatakan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Kamboja sedang menangani persoalan ini. KBRI juga mendalami kasus bekerja sama dengan otoritas setempat.

"KBRI Kamboja mengatakan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan terkait dugaan penyekapan terkait WNI itu. KBRI sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Kamboja untuk proses pembebasannya," ujarnya.

(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT