Banjir Hancurkan Irigasi Bernilai Miliaran Rupiah di Bulukumba
Rabu, 21 Jun 2006 00:51 WIB
Bulukumba -
Banjir bandang yang melanda beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Prahara air bah ini menghancurkan berbagai sarana dan prasarana masyarakat. Selain jembatan dan rumah, sarana irigasi juga ikut rusak."Irigasi Bayang-bayang yang bernilai miliaran rupiah dan dibangun dari dana alokasi khusus di Kecamatan Kindang ikut hancur," kata Humas Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Daud saat dihubungi detikcom, Selasa (20/6/2006).Menurutnya, tercatat 2 orang meninggal di Kecamatan Rilaualeu. Puluhan rumah hanyut dan tertimbun longsor. Selain itu beberapa jembatan putus dan banyak rumah warga yang masih tergenang."Yang rumahnya hanyut kita evakuasi ke kelurahan. Dapur umum dan posko bantuan juga telah kita dirikan. Sekarang kita fokus mengirimkan bantuan ke lokasi bencana dibantu petugas Polres dan Kodim," urainya.Daud menuturkan hujan yang sudah melanda selama 3 hari berturut-turut, kini sudah mulai reda pada Selasa pukul 20.00 WIB. "Langkah selanjutnya kita masih menginventarisis nilai kerugian, baik itu rumah warga, maupun fasilitas lainnya," tandasnya.Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Luwu Utara, Bone dan Jeneponto mengalami banjir bandang dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Musibah ini adalah akibat hujan deras selama 3 hari berturut-turut. Satkorlak Sulawesi Selatan mencatat 13 orang tewas dan belasan lainnya dinyatakan hilang.Di Kabupaten Luwu Utara, persisnya di Desa Lembang-lembang, Kecamatan Baibunta, satu orang ditemukan tewas. Sementara di Kabupaten Jeneponto, terutama di Desa Camba-campa, Kecamatan Bangkala, ada 78 rumah terendam, 32 rumah rusak berat, 100 ternak terbawa arus dan 1 orang tewas.Untuk Kabupaten Bantaeng, 15 desa terkena banjir. Antara lain Desa Bisapu, Pa'jupukang dan Eremerasa. Pengungsi di wilayah ini sudah ada 431 orang. Laporan yang masuk ke Satkorlak PBP Sulsel, sedikitnya 27 unit rumah hanyut, 76 rumah rusak berat dan 3 jembatan rusak total.Banjir di Kabupaten Bone terjadi di Kecamatan Kahu, dan satu orang dilaporkan tewas. Desa Maganrang termasuk daerah terparah. Desa ini terendam, dan ketinggian air mencapai 1 meter.
(ndr/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































