Pancasila Akan "Diruwat"
Rabu, 21 Jun 2006 00:09 WIB
Surabaya - Kekhawatiran munculnya ancaman terhadap Pancasila yang memicu perpecahan bangsa membuat sejumlah tokoh nasional akan berkumpul di Surabaya untuk "meruwat" Pancasila.Mereka adalah Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, mantan Presiden Abdurrahman Wahid, seniman Butet Kertaredjasa, Didik Nini Thowok, tokoh pers Aristides Katoppo, Pimred Tempo Bambang Harymurti, dan Ketua Umum Fatayat NU Maria Ulfah.Menurut rilis yang diterima detikcom, Selasa (20/6/2006), rencananya acara akan digelar 22-25 Juni di Taman Budaya Jl Genteng Kali, Surabaya, Jawa Timur.Acara "meruwat" Pancasila ini dikoordinasikan tiga lembaga, yaitu Aliansi Bhineka Tunggal Ika, Forum Yogyakarta untuk Keberagaman, dan Masyarakat Surabaya untuk Kebangsaan.Sementara itu panitia acara ini, Yenni Rosa Damayanti mengatakan para tokoh bangsa telah cemas dengan adanya upaya mengubah dasar negara yang belakangan ini makin tampak."Kedatangan sultan adalah bentuk komitmennya terhadap Pancasila dan keberagaman, mengingat sebetulnya dia tengah sibuk menangani rakyatnya yang baru saja dilanda gempa," kata aktivis pro demokrasi yang pernah mendekam di LP Pondok Bambu di era Orde Baru karena didakwa menghina Soeharto ini.Dalam sejarah, upaya mengubah dasar negara telah beberapa kali dilakukan. Dimulai dari debat awal BPUPKI tahun 1945, Dewan Konstituante tahun 1955-1959, sampai saat amandemen UUD 1945 pada sidang istimewa MPR 1999-2002."Karena itu kami merasa perlu 'meruwat' Pancasila, karena pada era Orde Baru, Pancasila telah digunakan sebagai alat kekuasaan semata," imbuh Yenni.Pada acara yang berlangsung empat hari ini, para tokoh nasional itu akan berbicara dalam forum seminar dan pawai budaya. Seminar akan berlangsung pada 23 Juni, dan Sultan Hamengku Buwono X akan bertindak sebagai pembicara kunci.Pada hari Minggu (25/6/) pukul 15.00 WIB akan dilaksanakan pawai budaya yang mengambil start di Taman Budaya dan berakhir di Taman Apsari (depan Grahadi). Pawai yang menampilkan aneka macam seni budaya dari berbagai daerah di nusantara ini akan dilepas Walikota Surabaya Bambang DH.Pembacaan ikrar mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 serta pidato kebudayaan oleh Gus Dur dan sejumlah tokoh di Jatim akan dilakukan di Taman Apsari.
(nvt/)











































