Sultan Minta Warga Sekitar Kali Gendol Mengungsi
Selasa, 20 Jun 2006 21:49 WIB
Yogyakarta - Material pasir Merapi pasca luncuran awan panas 14 Juni lalu hampir memenuhi 4 dam penahan banjir lahar di aliran Kali Gendol Yogyakarta. Warga sekitar Kali Gendol pun diminta mengungsi.Imbauan itu disampaikan Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X. Warga harus mengungsi agar tidak terancam banjir primer."Meski musim penghujan belum turun, tapi material tersebut bisa menjadi ancaman warga bila ada banjir," kata Sultan kepada wartawan seusai menghadii sidang paripurna DPRD DIY di Jl Malioboro Yogyakarta, Selasa (20/6/2006).Dikatakan dia, warga yang tinggal di dekat aliran Kali Gendol terutama Desa Kepuharjo dan Glagaharjo Kecamatan Cangkringan tidak mungkin bersedia direlokasi, karena tanah di sekitar subur.Karena itu upaya antisipasi jatuhnya korban dilakukan dengan mengajak warga setempat meninggalkan rumah sementara waktu."Mereka sebaiknya tinggal di barak-barak lebih dulu. Kali Gendol merupakan daerah bahaya jika hujan terus menerus, bisa banjir lahar dingin yang besar," kata Sultan.Menurut dia, saat ini jutaan meter kubik pasir sudah hampir memenuhi 4 dari 7 dam yang ada di aliran Kali Gendol mulai dari wilayah Bebeng hingga Dusun Jambu Kepuharjo.Tinggal 3 dam dibawahnya yang belum terisi material. Namun pasir tersebut belum bisa dimanfaatkan karena masih bercampur abu vulkanik."Sekarang memang belum bisa dimanfaatkan tapi bila sudah aman mungkin sudah bisa diambil sehingga sedikit banyak dapat mengurangi volume pasir yanga ada di dam," imbuh Sultan.Sultan berharap pembangunan dam-dam penahan banjir lahar itu mampu membendung turunnya material saat musim penghujan tiba."Sekarang ini yang penting warga tetap waspada karena ancaman awan panas Merapi masih terjadi. Bila musim penghujan tiba juga harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir lahar," tandas Sultan.
(nvt/)











































